Esensi Lomba MAPSI adalah Implementasi Nilai PAI
Oleh HUMAS
Purbalingga – Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) Sekolah Dasar (SD) ke-XXVI tingkat Provinsi Jawa Tengah resmi digelar di Kampus II UIN Saizu Purwokerto, Kabupaten Purbalingga, pada 17–19 Oktober 2025. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang bergengsi bagi siswa-siswi SD dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk menampilkan kemampuan dan kreativitas dalam bidang Pendidikan Agama Islam dan seni Islami.
Dalam sambutan pembukaan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menegaskan bahwa esensi utama lomba MAPSI bukan sekadar mencari kejuaraan, tetapi merupakan langkah strategis implementasi pembelajaran PAI di tingkat dasar. “MAPSI adalah wujud semangat dan cinta terhadap Pendidikan Agama Islam. Nilai-nilai PAI harus menjiwai setiap peserta didik agar mampu menjadi benteng moral di tengah tantangan global,” ujarnya. Ia juga berpesan agar para peserta mampu membumikan ajaran agama dengan sikap toleran dan berakhlak mulia di era digital.
Sementara itu, Pengawas PAI Kabupaten Banyumas yang hadir mewakili Ketua Pokjawas PAI Propinsi Jawa Tengah, Dudiyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan MAPSI XXVI tingkat Provinsi Jawa Tengah ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wahana strategis dalam menumbuhkan semangat berprestasi sekaligus membentuk karakter generasi islami. “MAPSI adalah ajang untuk meneguhkan nilai-nilai religius dalam diri peserta didik. Dari sini akan lahir generasi yang cerdas, saleh, dan moderat menuju generasi emas Indonesia 2045,” tuturnya.
Pelaksanaan MAPSI tahun ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara sekolah, guru, dan pembina PAI dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang kontekstual dan membumi. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya diuji pengetahuan dan keterampilannya dalam bidang PAI, tetapi juga didorong untuk mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, MAPSI menjadi simbol nyata dari pendidikan yang mencerdaskan, menanamkan akhlak mulia, serta memperkuat karakter bangsa yang religius dan toleran.
