Kajian Hadis Arbain ke-27 di Masjid Besar Baitul Mukminin Kebasen

Oleh KUA kebasen
SHARE

Kebasen – Suasana khidmat menyelimuti ruang utama Masjid Besar Baitul Mu’minin Kebasen. Puluhan jamaah nampak antusias mengikuti kajian rutin ba’da Dhuhur yang membahas kitab legendaris Arbain Nawawi. Rabu (08/04)

Hadir sebagai narasumber, Burhanul Ma’arif, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kebasen. Dalam kesempatan kali ini, kajian membedah Hadis ke-27 yang memuat pesan mendalam tentang esensi kebajikan dan dosa. Dalam paparannya, Burhanul Ma’arif menjelaskan hadis yang diriwayatkan oleh An-Nawas bin Sam’an RA dan Wabishah bin Ma’bad RA. Inti dari kajian ini menitikberatkan pada dua poin utama:

  1. Al-Birru (Kebajikan): Adalah akhlak yang mulia. Sesuatu yang membuat jiwa tenang dan hati merasa tenteram saat melakukannya.
  2. Al-Itsmu (Dosa): Adalah apa saja yang mengganjal dalam dada dan menimbulkan keragu-raguan dalam hati, serta enggan jika hal tersebut diketahui oleh orang lain. "Agama bukan sekadar formalitas ibadah, tapi bagaimana kita mengasah kepekaan hati. Jika hati merasa tidak tenang saat melakukan sesuatu, itulah alarm dari Allah bahwa ada sesuatu yang salah," ujar Burhanul di hadapan para jamaah.

Burhanul juga menekankan kutipan populer dari hadis ini, yaitu "Istafti qalbaka" (Mintalah fatwa pada hatimu). Hal ini berlaku terutama dalam menghadapi perkara syubhat atau samar-samar yang belum jelas hukumnya secara eksplisit.

Kajian rutin ini merupakan bagian dari program kerja penyuluh agama di wilayah Kebasen untuk terus meningkatkan literasi keagamaan masyarakat. Diharapkan, dengan memahami hadis-hadis dasar, jamaah memiliki pedoman moral yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.