HUT RI #81

Japel KUA Wangon Bimbing Operator Kuasai Sistem TTE Kepala KUA

Oleh KUA Wangon
SHARE

Banyumas – Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon terus memantapkan langkahnya dalam mendukung program transformasi digital Kementerian Agama. Sebagai bagian dari komitmen mewujudkan birokrasi modern yang minim penggunaan kertas, Jabatan Pelaksana (Japel) KUA Wangon secara aktif menggelar bimbingan teknis internal. Kegiatan pendampingan ini difokuskan untuk melatih para operator kantor agar mahir dalam mengoperasikan tata cara dan alur pengajuan Tanda Tangan Elektronik (TTE) Kepala KUA pada berbagai dokumen resmi kependidikan dan keagamaan. Kamis (02/07)

Penerapan TTE ini diproyeksikan menjadi lompatan besar dalam memangkas birokrasi yang selama ini dinilai memakan waktu. Melalui sistem elektronik yang terintegrasi, proses legalisasi dokumen atau penerbitan surat keterangan kini tidak lagi bergantung pada kehadiran fisik Kepala KUA di kantor. Meskipun Kepala KUA sedang melaksanakan tugas dinas di luar kota, pengajuan validasi dokumen tetap bisa diproses oleh operator dan ditandatangani secara digital dalam hitungan menit, sehingga pelayanan masyarakat tidak akan pernah tertunda.

Dalam sesi bimbingan tersebut, Japel KUA Wangon secara sabar mengajari mulai dari tahap input berkas, verifikasi data, hingga mekanisme pengiriman notifikasi pengajuan ke akun Kepala KUA. Proses peer-to-peer mentoring atau pendampingan antarsejawat ini dinilai sangat efektif untuk mempercepat adaptasi teknologi baru, sekaligus menyamakan persepsi seluruh pegawai mengenai pentingnya keamanan data digital.

Sutiyah, salah satu operator layanan KUA Wangon yang mengikuti bimbingan tersebut, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan langsung ini. Menurutnya, transisi dari sistem manual ke digital memang membutuhkan ketelitian ekstra, namun manfaat yang dirasakan ke depan akan sangat mempermudah beban kerja harian staf di garda depan pelayanan. "Awalnya saya sempat ragu karena khawatir salah klik atau keliru memasukkan dokumen dalam sistem TTE ini. Namun, berkat bimbingan langsung dari rekan Japel, saya sekarang jadi jauh lebih paham alur pengajuannya. Sistem paperless ini terbukti membuat kerja kami menjadi lebih praktis, rapi, dan tidak perlu lagi menumpuk kertas di meja Kepala KUA," ujar Sutiyah di sela-sela kegiatannya.

Dengan keberhasilan para operator menguasai sistem pengajuan TTE ini, KUA Wangon optimis dapat mewujudkan ekosistem kerja paperless seutuhnya dalam waktu dekat. Langkah inovatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi internal instansi, melainkan juga memberikan pengalaman pelayanan yang jauh lebih cepat, transparan, dan memuaskan bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah Kecamatan Wangon. (sty)