Jeda Pelayanan, Pegawai KUA Baturraden Kompak Tata Arsip Era 80-an dalam Suasana Penuh Kekeluargaan
Oleh KUA baturraden
Baturraden — Suasana lengang di ruang pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA) Baturraden, tidak lantas membuat para pegawainya berpangku tangan. Waktu jeda pelayanan tersebut justru dimanfaatkan secara produktif oleh seluruh jajaran KUA untuk membenahi tumpukan arsip lama peninggalan era 1980-an hingga 1990-an yang selama ini belum sempat dirapikan. Kamis (02/07)
Pemandangan hari itu memperlihatkan sisi lain dari rutinitas kantor pemerintahan. Seluruh pegawai KUA tampak kompak bergotong royong membersihkan, memilah, dan menata kembali dokumen-dokumen bersejarah tersebut.
Menariknya, kegiatan ini menghapus sekat kaku birokrasi. Kepala KUA Kecamatan Baturraden, Muson, terlihat tak segan turun tangan langsung bergabung bersama para pegawainya. Suasana hangat layaknya sebuah keluarga besar begitu terasa memenuhi ruangan; tidak ada jarak antara bos dan bawahan saat bahu-membahu merapikan tumpukan kertas usang.
Meski suasana kerja bakti tersebut berlangsung santai dan penuh canda tawa, batas-batas profesionalisme tetap terjaga dengan baik. Begitu ada kebutuhan atau hal yang menyangkut kedinasan, masing-masing individu dengan sigap kembali ke perannya dan menjalankan tugas sesuai jabatannya secara profesional.
Pekerjaan penataan arsip yang menumpuk selama puluhan tahun itu berjalan mengalir berkat pembagian tugas yang jelas dan inisiatif dari para pegawai. Beberapa staf bertugas menyortir dan membersihkan debu pada berkas, yang lain menyusunnya berdasarkan kronologi tahun, sementara sisanya melakukan penjilidan dokumen secara manual dengan teliti dan hati-hati agar kertas tua tersebut tidak rusak.
Di sela-sela aktivitas, Kepala KUA, Muson, turut memberikan bimbingan dan arahan teknis kepada jajarannya mengenai cara menjaga dan menata arsip yang baik.
"Arsip-arsip ini adalah jejak rekam sejarah dan dokumen penting yang harus kita jaga keutuhannya. Dalam menata arsip, pastikan klasifikasi dan pengurutan tahunnya tepat. Teknik penjilidan juga harus diperhatikan agar kertas-kertas lama ini tidak mudah sobek dan tetap rapi sehingga memudahkan pencarian jika sewaktu-waktu dibutuhkan kembali," ujar Muson di tengah kegiatan.
Kekompakan di KUA Baturraden pada hari ini menjadi cerminan budaya kerja yang sangat positif. Di balik pelayanan prima yang biasa mereka berikan kepada masyarakat, terdapat tim solid yang bekerja sama tidak hanya sebagai rekan kerja, tetapi sebagai sebuah keluarga yang saling melengkapi. (Fth)
