Kajian Rutin Kitab Al Hikam Rabu Pagi di Mushola Al Fairuz KUA Wangon Bahas Maqom Tajrid dan Maqom Asbab
Oleh KUA Wangon
Banyumas--Kajian rutin Kitab Al Hikam kembali dilaksanakan pada Rabu pagi di Mushola Al Fairuz KUA Wangon. Kegiatan kajian yang diikuti pegawai KUA Wangon tersebut menjadi salah satu agenda pembinaan spiritual sekaligus sarana memperdalam pemahaman terhadap ajaran tasawuf yang terkandung dalam kitab karya Syekh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandari. Rabu (02/09)
Pada kajian kali ini, pembahasan telah sampai pada bab Maqom Tajrid dan Maqom Asbab. Materi tersebut mengajak para peserta untuk memahami sikap seorang hamba dalam menjalani kehidupan, khususnya dalam menyikapi ikhtiar, usaha, pekerjaan, serta ketergantungan hati kepada Allah SWT.
Ahmad, Penyuluh Agama KUA Wangon menyampaikan bahwa pembahasan Maqom Tajrid dan Maqom Asbab memberikan pelajaran penting agar manusia mampu menempatkan usaha dan tawakal secara seimbang. “Kita tetap diperintahkan untuk berikhtiar, tetapi hati jangan sampai bergantung kepada sebab. Segala sesuatu pada hakikatnya tetap berada dalam kehendak Allah SWT,” ujar Ahmad.
Murti menilai kajian rutin tersebut memberikan manfaat bagi pegawai dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai yang dipelajari dalam Kitab Al Hikam dapat menjadi pengingat agar setiap pekerjaan dilakukan dengan niat yang baik, penuh keikhlasan, dan tetap bersandar kepada Allah SWT.
Kegiatan kajian Rabu pagi di Mushola Al Fairuz KUA Wangon diharapkan dapat terus istiqamah dan menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kualitas spiritual para pegawai. Dengan memahami Maqom Tajrid dan Maqom Asbab, peserta diharapkan mampu menjalani tugas dan kehidupan dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh, hati yang tawakal, serta senantiasa menyadari kekuasaan Allah SWT.(srf)
