Memahami Hikmah Isra Miraj Bersama Sekolah Rakyat di Baturraden

Oleh KUA baturraden
SHARE

Banyumas - Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Banyumas berkolaborasi dengan KUA Baturraden dalam memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, para guru dan karyawan, serta pegawai dan pimpinan Sentra Satria di Baturraden. Selasa (20/01/26)

Tidak kurang dari 100 orang mengikuti peringatan ini dengan antusiasme yang tinggi. Sebab, ini merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan oleh sekolah rakyat tersebut. Karena memang Lembaga Pendidikan ini masih belum genap berusia satu tahun. Baru beroperasi di semester kedua ini.

Dalam Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini, KUA Baturraden mengambil peran sebagai penceramahnya, yang melibatkan Penyuluh Agama. Membawakan materi sesuai dengan tema yang diminta, yakni Hikmah Isra’ Mi’raj Membentuk Pribadi Berakhlak Mulia, Bertanggung Jawab dan Disiplin.

“Temanya tentang hikmah Isra’ Mi’raj ya tadz. Membentuk Pribadi Berakhlak Mulia, Bertanggung Jawab dan Disiplin” kurang lebih jawaban Kyai Suswoyo Guru PAI sekaligus ketua panitia saat ditanya tema kegiatannya apa.

Kegiatan yang terjadwal jam 09.00 ini, dikemas dengan sangat meriah. Tepat waktu jam 09.00 acara dibuka oleh dua siswi kelas VII. Dilanjutkan dengan seremonial sebagaimana umumnya, Pembacaan ayat suci Al Qur’an, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Laporan Ketua Panitia dan Sambutan dari Kepala Sekolah tentunya.

Dalam sambutannya, kepala Sekolah menekankan bahwa perlunya untuk memaksimalkan potensi siswa dan memberikannya wadah untuk berekspresi. Termasuk dalam hal ini fasilitasi bakat dan minat siswa melalui PHBI ini.

“Guru-guru hanya membimbing saja. Siswa berkreasi sendiri dalam mempersiapkan ini semua,” ungkap Kepala Sekolah, Siti Isbandiyah.

Setelah sambutan-sambutan berlalu, para siswa menampilkan beberapa pertunjukan. Diawali dengan grup hadrohnya melantunkan sholawat nan merdu. Dilanjutkan Kisah Islami tentang peristiwa Isra’ Mi’raj, hingga Drama yang penuh makna.

Tiba saatnya acara inti. Penyuluh Agama, Fathurrochman, menyampaikan hubungan antara sholat dengan mencegah perbuatan keji dan mungkar sebagai esensi tema membentuk pribadi mulia. Dalam ceramahnya yang mengutip penjelasan sebuah hadits, ia mengatakan bahwa sholat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar apabila kita memahami hakikat sholat sebagai bentuk komunikasi kita kepada Allah SWT.

“Seandainya kita memahami itu, mestinya kita malu untuk berbuat mungkar. Kan lima kali sehari kita menghadap-Nya,” katanya memberikan nasehat renungan yang juga ditujukan untuk dirinya sendiri.

Di sela-sela dan akhir ceramahnya, Penyuluh Agama memberikan beberapa tantangan kepada peserta supaya ada interkasi. Dan tentu saja hadiah diterima oleh mereka yang berhasil melakukan tantangannya. (Fth)