HUT RI #81

Penyuluh Agama KUA Wangon Tetap Semangat Dampingi Santri Mengaji di Madin Al-Ikhwan Jurangbahas Walau Hujan

KUA Wangon
KUA Wangon
03 Nov 2026
23x dibaca
SHARE

Penyuluh Agama KUA Wangon Tetap Semangat Dampingi Santri Mengaji di Madin Al-Ikhwan Jurangbahas Walau Hujan 

Wangon – Hujan yang mengguyur wilayah Jurangbahas tidak menyurutkan semangat Penyuluh Agama Islam KUA Wangon untuk tetap melaksanakan bimbingan dan pendampingan belajar mengaji sore di Madrasah Diniyah (Madin) Al-Ikhwan Jurangbahas. Meskipun dalam kegiatan tersebut hanya dua santri yang hadir, pelayanan dan pembelajaran Al-Qur’an tetap berlangsung sebagaimana mestinya. Selasa (03/11)

Kehadiran santri yang terbatas tidak menjadi alasan untuk menghentikan kegiatan pembelajaran. Penyuluh Agama Islam tetap memberikan pendampingan secara langsung dengan penuh kesabaran dan perhatian. Kesempatan tersebut justru dimanfaatkan untuk memberikan bimbingan yang lebih intensif sesuai kemampuan masing-masing anak, khususnya dalam membaca Al-Qur’an dan memperbaiki bacaan.

Fidoh, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menyampaikan bahwa mendampingi anak-anak belajar mengaji merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan pengabdian dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat. Menurutnya, berapa pun jumlah santri yang hadir, kegiatan belajar harus tetap dilaksanakan selama masih ada anak yang membutuhkan bimbingan.

“Walaupun hujan dan santri yang datang hanya dua anak, kami tetap berusaha hadir untuk mendampingi mereka belajar mengaji. Jangan sampai semangat anak-anak untuk belajar Al-Qur’an menjadi berkurang hanya karena kondisi cuaca. Justru kehadiran kami diharapkan menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar,” ungkap Fidoh.

Kegiatan di Madin Al-Ikhwan Jurangbahas ini menjadi gambaran nyata komitmen Penyuluh Agama Islam KUA Wangon dalam memberikan pelayanan keagamaan yang berkesinambungan. Pengabdian tidak semata-mata diukur dari banyaknya peserta yang hadir, tetapi juga dari keikhlasan, konsistensi, dan kepedulian dalam membimbing umat. Diharapkan, melalui pendampingan yang istiqamah, generasi muda semakin mencintai Al-Qur’an, memiliki kemampuan membaca yang baik, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlakul karimah. (srf)