Silaturahmi sebagai Landasan Toleransi dan Kedamaian
Oleh KUA Wangon
Banyumas - Nuansa religius yang menyejukkan menyelimuti pertemuan rutin Majelis Taklim (MT) Roudlotul Jannah Slatri Desa Wangon. Pertemuan kali ini mengangkat tema strategis mengenai peran penting silaturahmi sebagai fondasi utama dalam membangun toleransi dan kedamaian di tengah masyarakat. Kegiatan bimbingan penyuluhan ini dihadiri oleh 41 jamaah yang tampak antusias menyimak setiap paparan mengenai bagaimana ajaran agama Islam menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama manusia demi terciptanya tatanan sosial yang harmonis. Selasa (07/04/26)
Materi penyuluhan difokuskan pada pemahaman bahwa silaturahmi bukan sekadar kunjungan fisik, melainkan upaya batiniah untuk saling memahami dan menghargai perbedaan. Di tengah keberagaman pandangan dan latar belakang warga di wilayah Wangon, penguatan nilai toleransi menjadi sangat krusial agar gesekan sosial dapat diminimalisir. Jamaah diajak untuk menjadikan majelis taklim sebagai pusat persemaian kasih sayang, di mana setiap anggota mampu menjadi pelopor kedamaian di lingkungan keluarga dan tetangga masing-masing.
Partisipasi aktif dari jamaah yang hadir menunjukkan tingginya kesadaran warga dalam menimba ilmu yang relevan dengan kehidupan bermasyarakat. Diskusi mengalir hangat saat membahas contoh-contoh praktis penerapan toleransi dalam kehidupan sehari-hari, seperti saling membantu tanpa memandang status serta menjaga lisan dari hal-hal yang dapat memutus tali persaudaraan. KUA Wangon melalui para penyuluhnya terus konsisten menyambangi majelis-majelis di desa untuk memastikan pesan-pesan moderasi beragama tersampaikan dengan baik hingga ke tingkat akar rumput.
Joharulloh, selaku Penyuluh Agama Islam yang memberikan bimbingan, menekankan bahwa silaturahmi adalah kunci pembuka pintu rahmat Tuhan. Menurutnya, masyarakat yang gemar menyambung tali silaturahmi akan memiliki daya tahan yang kuat terhadap isu-isu perpecahan. Ia berharap tema kedamaian ini tidak hanya berhenti di ruang majelis, tetapi dipraktikkan secara nyata dalam interaksi sosial warga Wangon.
"Silaturahmi adalah jembatan emas untuk merajut toleransi. Ketika kita rutin bertemu dan saling mendoakan seperti di Majelis Taklim Roudlotul Jannah ini, maka rasa benci dan prasangka akan terkikis dengan sendirinya. Kedamaian di wilayah Wangon dimulai dari hati yang bersih dan tangan yang saling berjabat dalam persaudaraan yang tulus," ungkap Joharulloh di hadapan para jamaah.
Kegiatan bimbingan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan seluruh warga Desa Slatri. Semangat yang dibawa oleh jamaah ini diharapkan mampu menjadi energi positif yang menular ke lingkungan yang lebih luas. Dengan terus digelorakannya tema silaturahmi dan toleransi, KUA Wangon optimis dapat mewujudkan masyarakat yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga dewasa dalam menyikapi perbedaan demi tegaknya kedamaian abadi. (jhr)
