SMK Maarif NU 1 Wangon Gelar Pembukaan BRUS
Oleh KUA Wangon
Banyumas – SMK Ma'arif NU 1 Wangon sukses menggelar acara pembukaan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada Jumat (22/05). Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti oleh ratusan siswa-siswi dengan antusiasme tinggi. Program ini diinisiasi sebagai langkah preventif dalam memberikan pemahaman yang komprehensif kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga diri dan mempersiapkan masa depan di usia remaja. Jumat (22/05)
Wakil kepala SMK Ma'arif NU 1 Wangon dalam sambutannya menyampaikan bahwa program BRUS ini sangat krusial bagi para peserta didik. Di tengah derasnya arus informasi dan digitalisasi, remaja kedepannya dihadapkan pada tantangan moral dan sosial yang semakin kompleks. Melalui bimbingan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya unggul secara akademik dan kejuruan, tetapi juga memiliki kematangan emosional serta karakter yang kuat.
Acara ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon. Kehadiran pihak KUA menjadi elemen penting untuk memberikan edukasi dari sudut pandang regulasi, moral, dan kesiapan mental dalam memandang masa depan, termasuk mengenai dampak negatif dari pernikahan dini yang kerap mengintai usia remaja.
Dalam kesempatan tersebut, Zainur, Penyuluh Agama Fungsional, perwakilan dari KUA Wangon yang hadir langsung di lokasi, memberikan apresiasi besar atas sinergi yang terjalin dengan pihak sekolah. Beliau menekankan bahwa usia sekolah adalah momentum emas untuk mengarahkan potensi remaja ke jalur yang positif.
"Kami sangat mengapresiasi langkah SMK Ma'arif NU 1 Wangon yang tanggap terhadap isu remaja saat ini. Melalui program BRUS, kami ingin menanamkan pondasi yang kokoh agar para siswa mampu membentengi diri dari pergaulan bebas dan memahami risiko pernikahan dini, sehingga mereka bisa fokus menata karier dan masa depan yang cerah," ujar Zainur dalam penyampaiannya.
Melalui pembukaan program BRUS ini, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang lebih sehat, religius, dan berkarakter. Kegiatan ini rencananya akan dilanjutkan dengan sesi materi interaktif dan diskusi kelompok, di mana para siswa dapat berkonsultasi langsung mengenai berbagai dinamika psikologis dan sosial yang mereka alami sehari-hari. (jhr)
