15 Pesantren di Banyumas Ikuti FGD Pemberdayaan Ekonomi Syariah

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto (Humas) — Bank Indonesia Perwakilan Purwokerto bekerjasama dengan Kemenag Banyumas  menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergi Program Pemberdayaan Ekonomi Pesantren” dalam rangka mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui pendekatan ekonomi dan keuangan syariah. Kegiatan ini diikuti oleh 15 pondok pesantren dengan total sekitar 30 peserta, terdiri dari para pengasuh dan perwakilan pesantren se-Kabupaten Banyumas.

Acara yang digelar di Purwokerto ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Purwokerto, Christoveny, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Arif Sukmo Buwono, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaduddin, Kasi PD Pontren Kemenag Banyumas, serta tokoh dan pemangku kepentingan lainnya.

FGD ini mengusung strategi besar bertema “Pesantren Mandiri, Wujudkan Prestasi melalui Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSYAR)”, yang mencakup tiga pilar utama:

Pengembangan Ekosistem Produk Halal terdiri dari 4 program halal food, 4 program digitalisasi dan hijau, serta 4 program komunitas dan fashion.

Penguatan Keuangan Syariah Meliputi 4 program komersial, 5 program sosial syariah, dan 2 program integrasi keuangan.

Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Melalui 7 strategi literasi ekonomi syariah dan 3 program festival EKSYAR berbasis gaya hidup Islami.

Kepala Bank Indonesia Purwokerto bmenegaskan komitmennya untuk menjadikan pesantren bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, melainkan sebagai pusat pengembangan kewirausahaan santri dan kekuatan ekonomi umat.

“Pesantren harus mampu mandiri secara ekonomi agar lebih maju, berkembang, dan berkualitas. Kemandirian ini akan mendorong peningkatan kualitas santri, serta menjadikan pesantren sebagai motor penggerak kewirausahaan dan ekonomi syariah di tengah masyarakat.”

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaduddin, turut memberikan semangat kepada seluruh peserta:

"Sungguh strategi luar biasa untuk wujudkan PESANTREN MANDIRI PENUH PRESTASI dengan mentor dari BI Kemenag dan Dinas Pertanian semua untuk PESANTREN AYOOOOOO SMBUT DG GASSSS"

Sinergi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju ekosistem pesantren yang lebih kuat, mandiri, dan berperan aktif dalam pembangunan ekonomi berbasis nilai-nilai syariah. (yud/dhy)