Air Mata Kebahagiaan Yang Jatuh Tanpa Mampu Ditahan

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas — Pagi yang teduh di Kantor Urusan Agama Jatilawang menjadi saksi lahirnya sebuah ikatan suci yang penuh harapan dan kebahagiaan. Dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan, Iskandar Zulkarnain selaku Penghulu KUA Jatilawang melaksanakan pencatatan nikah dan prosesi ijab qabul pasangan pengantin Karsono dan Irma Novita dari Desa Pekuncen. (Jumat, 29/5)

Di ruangan sederhana yang dipenuhi lantunan doa dan wajah-wajah penuh harap, akad nikah berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Ketika kalimat ijab qabul terucap mantap dari mempelai pria, suasana seketika berubah haru. Beberapa anggota keluarga tampak menyeka air mata kebahagiaan yang jatuh tanpa mampu ditahan.

Hari itu bukan sekadar seremoni pernikahan. Ia menjadi titik pertemuan antara doa-doa panjang orang tua, kesabaran dua hati yang saling menjaga, serta harapan tentang masa depan yang akan dibangun bersama dalam naungan cinta dan keberkahan.

Dengan penuh keteduhan dan kewibawaan, Iskandar Zulkarnain membimbing jalannya akad agar berlangsung sah, tertib, dan penuh makna. Dalam nasihat pernikahan yang beliau sampaikan, terselip pesan kehidupan yang begitu menyentuh hati para hadirin.

“Pernikahan adalah perjalanan panjang untuk saling menguatkan. Bukan hanya saat bahagia datang, tetapi juga ketika cobaan menghampiri,” tutur beliau dengan suara lembut dan penuh penghayatan.

Nasihat itu mengalir hangat di tengah suasana yang emosional. Karsono dan Irma Novita tampak mendengarkan dengan penuh perhatian, memahami bahwa cinta sejati bukan hanya tentang saling memiliki, tetapi tentang kesediaan untuk tetap bertahan dan saling menjaga dalam setiap keadaan.

Bagi kedua orang tua mempelai, momen tersebut menjadi anugerah yang tak ternilai. Ada rasa syukur yang begitu dalam ketika melihat anak-anak mereka kini melangkah menuju kehidupan baru yang selama ini mereka doakan dalam setiap sujud malam.

Pelaksanaan akad nikah di KUA Jatilawang kembali menunjukkan wajah pelayanan yang humanis dan penuh nilai spiritual. Tidak hanya menjalankan tugas pencatatan administrasi, tetapi juga menghadirkan ketenangan dan penghormatan terhadap kesucian sebuah janji hidup.

Pernikahan Karsono dan Irma Novita menjadi pengingat bahwa cinta yang paling indah sering kali tumbuh dari kesederhanaan. Ia dipelihara oleh ketulusan, dikuatkan oleh doa, dan dijaga oleh kesetiaan yang tidak mudah goyah oleh waktu.

Semoga rumah tangga yang kini mulai dibangun oleh Karsono dan Irma Novita senantiasa dipenuhi sakinah, mawaddah, warahmah, serta menjadi keluarga yang mampu menebarkan cinta, kedamaian, dan keberkahan bagi lingkungan sekitarnya.