HUT RI #81

ASN KUA : Antara Kerja Produktif dan Kesehatan

KUA KEMRANJEN
KUA KEMRANJEN
05 Feb 2026
9x dibaca
SHARE

Banyumas - ASN menghadapi tekanan untuk menunjukkan kinerja prima dengan menjalankan nilai BerAKHLAK, yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Beban kerja yang tinggi dapat menyebabkan kelelahan fisik, stres, dan munculnya emosi negatif seperti mudah marah. Terlalu banyak bekerja, meningkatkan risiko burnout serta penyakit kardiovaskular dan stroke. Fenomena "Sindrom John Wayne", di mana ASN merasa harus menangani semua masalah sendiri, juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan produktivitas mereka. Kamis (05/02)

Kesehatan fisik dan mental adalah fondasi dari produktivitas berkelanjutan. Pemerintah mendorong ASN untuk berolahraga minimal 30 menit setiap hari guna meningkatkan stamina dan semangat kerja. Selain itu, menjaga pola hidup sehat baik di kantor maupun di rumah sangat penting. Kesehatan mental merupakan prioritas agar ASN bisa melayani masyarakat dengan bahagia dan semangat. Pengukuran kebugaran dilakukan secara teratur untuk memastikan ASN tetap bugar dan siap melakukan tugasnya.

Tren pada tahun 2025 menekankan pentingnya keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) diterapkan untuk membantu ASN menyeimbangkan pekerjaan dengan kesehatan. Jam kerja yang diatur dalam Perpres No. 21 Tahun 2023 dan PermenPANRB No. 4 Tahun 2025, yakni 37 jam 30 menit per minggu (di luar istirahat), memberikan fleksibilitas agar ASN bisa tetap produktif. Di samping itu, penyaluran hobi dan aktivitas refreshing dianjurkan untuk menjaga kesehatan mental.

Kerja total tidak harus mengorbankan kesehatan. ASN yang sehat adalah ASN yang produktif. Sinergi antara pelayanan maksimal dan pengelolaan kesehatan fisik maupun mental adalah kunci utama keberhasilan kinerja ASN. Dengan pendekatan ini, ASN KUA Kemranjen dan ASN lainnya diharapkan bisa mencapai keseimbangan optimal antara tuntutan kerja dan kesehatan pribadi. (a)