bahaya kufur bagi kehidupan kita
Oleh KUA Lumbir
Banyumas, Suasana Majelis Taklim Darussalam Desa Kedunggede pada Jumat siang tampak lebih hidup dan penuh antusiasme. Para jamaah, mulai dari ibu-ibu, remaja, hingga warga lanjut usia, hadir untuk mengikuti kajian rutin yang kali ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Lumbir sebagai pemateri utama. Pada kesempatan tersebut, penyuluh memberikan materi yang sangat penting dan relevan, yaitu “Bahaya Kufur bagi Kehidupan Kita.”
Dalam penyampaiannya, penyuluh menjelaskan bahwa kufur bukan hanya tentang menolak keimanan secara terang-terangan, tetapi juga dapat muncul melalui sikap dan perilaku sehari-hari, seperti tidak mensyukuri nikmat Allah, meremehkan perintah agama, serta terlalu bergantung pada dunia hingga melupakan Sang Pencipta. Jumat (12/12)
“Kufur itu bisa berawal dari hal-hal kecil yang kita anggap sepele. Ketika seseorang mulai mengingkari nikmat, merasa sombong, atau enggan bersyukur, itu sudah menjadi langkah awal menuju kufur yang lebih besar,” jelasnya dalam ceramah tersebut.
Ia menekankan bahwa kufur sangat berbahaya karena dapat menutup pintu hidayah dan menggelapkan hati. Oleh sebab itu, umat Islam diajak untuk selalu menjaga keimanan dengan memperbanyak syukur, memperbaiki ibadah, serta menghindari sifat-sifat hati yang buruk seperti iri, dengki, dan kesombongan.
Para jamaah tampak menyimak dengan saksama pesan-pesan yang disampaikan. Beberapa kali suasana menjadi hening ketika pemateri mencontohkan bagaimana sikap kufur dapat merusak hubungan manusia dengan Allah maupun sesama makhluk. Disisipkan pula kisah-kisah ringan dan contoh kehidupan sehari-hari, membuat jamaah semakin mudah memahami materi yang disampaikan.
Salah satu jamaah, Ibu Kholifah, mengaku merasa mendapatkan banyak pelajaran penting dari kajian tersebut. “Ternyata banyak hal dalam hidup ini yang harus kami perhatikan agar tidak termasuk orang-orang yang kufur. Penjelasan tadi benar-benar membuka mata kami,” ungkapnya.
Ketua Majelis Taklim Darussalam menyampaikan apresiasi atas kehadiran penyuluh yang dinilai mampu memberikan pencerahan dan pemahaman baru kepada jamaah. Ia berharap materi ini dapat menjadi pengingat agar masyarakat semakin berhati-hati dalam menjaga keimanan mereka.
Kegiatan ditutup dengan tanya jawab yang berlangsung hangat dan interaktif, diikuti dengan doa bersama. Kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Lumbir dalam majelis taklim ini merupakan bagian dari komitmen Kemenag untuk terus menguatkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Melalui kajian ini, diharapkan warga Desa Kedunggede semakin menyadari pentingnya menjaga iman dan menjauhkan diri dari berbagai bentuk kekufuran, sehingga kehidupan mereka senantiasa dipenuhi keberkahan dan kedamaian.
