HUT RI #81

Bakti Religi di Kedungpring: KUA Gerakkan Pemuda dan Masyarakat Rawat Makam Ulama

KUA KEMRANJEN
KUA KEMRANJEN
09 Feb 2026
4x dibaca
SHARE

Banyumas – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, suasana khidmat dan semangat gotong royong menyelimuti Desa Kedungpring. Sigit, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kemranjen, menginisiasi aksi nyata berupa kerja bakti pembersihan dan pengecatan tembok makam tokoh ulama kharismatik Kemranjen, KH Rofingi Bakri. Senin (09/02)

Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih biasa, melainkan sebuah upaya edukatif untuk menumbuhkan rasa takzim (hormat) kepada para pendahulu sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi para peziarah yang diprediksi akan membanjiri lokasi tersebut menjelang Ramadan.

KUA Kemranjen melalui peran aktif penyuluhnya, berhasil mengonsolidasi berbagai elemen masyarakat untuk bergerak bersama. Sigit memberikan arahan mengenai pentingnya menjaga marwah makam ulama sebagai pusat peradaban dan sejarah lokal. Gerakan ini disambut antusias oleh para pemuda Ansor dan Banser Kedungpring. Mereka tidak hanya menyumbangkan tenaga, tetapi juga berhasil menggalang donasi secara mandiri untuk membiayai pengadaan cat dan peralatan perawatan makam. Semangat para pemuda semakin terbakar saat melihat para tokoh masyarakat dan sesepuh desa turun langsung memegang kuas dan membantu pengecatan meski di usia yang tak lagi muda.

Tembok makam yang kini tampak bersih dan cerah setelah dicat ulang diharapkan dapat memberikan suasana yang lebih tenang dan tertib. Sigit menekankan bahwa melayani peziarah adalah bagian dari dakwah bil hal (dakwah dengan perbuatan). "Makam ulama adalah aset spiritual kita. Dengan menjaga kebersihan dan keindahannya, kita sebenarnya sedang merawat sanad perjuangan beliau. Kami sangat bangga melihat pemuda Ansor dan Banser yang menjadi garda terdepan dalam pendanaan dan pengerjaan ini," ujar Sigit di sela-sela kegiatan.

Keberhasilan kegiatan ini membuktikan bahwa peran Penyuluh Agama Islam di KUA Kemranjen mampu menjadi jembatan (fasilitator) yang efektif antara regulasi keagamaan dan aksi sosial masyarakat. Terkumpulnya donasi secara swadaya menunjukkan tingkat kepedulian masyarakat yang sangat tinggi terhadap warisan leluhur mereka. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama di area makam, memohon keberkahan untuk seluruh warga Kemranjen dalam menyambut bulan penuh ampunan yang akan segera tiba. (tm)