Wujud Sinergi Ulama dan Negara
Kalibagor — Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan santri, kecintaan terhadap tanah air, serta komitmen dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam rangkaian upacara peringatan HSN, Nardi, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalibagor, mendapat amanah sebagai petugas pembaca teks Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945).
Kepercayaan tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan kebangsaan sekaligus mencerminkan sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan semangat nasionalisme. Tugas membacakan UUD 1945 bukan sekadar bagian dari susunan acara seremonial, melainkan juga menjadi pengingat akan pentingnya menjunjung tinggi konstitusi, menjaga persatuan, serta mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kalibagor, Nardi memiliki peran strategis dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat. Melalui berbagai kegiatan pembinaan, penyuluh turut berkontribusi dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, kerukunan, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Keterlibatan Nardi dalam upacara Hari Santri Nasional juga memperlihatkan bahwa pengabdian seorang penyuluh tidak hanya berkaitan dengan pembinaan spiritual masyarakat, tetapi juga dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, dan kebangsaan.
Hari Santri Nasional menjadi pengingat atas peran besar ulama, santri, dan pesantren dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sejarah mencatat bahwa kalangan pesantren turut mengambil bagian dalam mempertahankan kemerdekaan dan membangun karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan serta semangat cinta tanah air.
Semangat tersebut perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang religius, berakhlak mulia, cinta tanah air, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa. Dalam konteks ini, Penyuluh Agama Islam memiliki peran penting sebagai penghubung pesan-pesan keagamaan dengan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui momentum Hari Santri Nasional, diharapkan sinergi antara ulama, santri, penyuluh agama, pemerintah, dan masyarakat semakin erat. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat persatuan, serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Amanah yang diberikan kepada Nardi untuk membacakan teks UUD 1945 menjadi bagian dari kontribusi nyata Penyuluh Agama Islam dalam menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional. Semangat religiusitas dan nasionalisme diharapkan terus berjalan beriringan demi menjaga keutuhan NKRI.
