Banyumas Berbagi Resep Kerukunan Umat Beragama
Oleh HUMAS
Purwokerto - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purworejo melakukan kunjungan studi komparatif ke FKUB Kabupaten Banyumas pada Senin, 11 Agustus 2025, bertempat di Aula Al Ikhlas, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banyumas, Eko Heru Surono, Ketua FKUB Banyumas yang diwakili oleh Yunus Rahmadi, Ketua FKUB Purworejo, Habib, Kasubag TU Kemenag Purworejo, Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Banyumas, serta jajaran pengurus dari kedua FKUB.
Dalam sambutannya, Yunus Rahmadi Pdt, menjelaskan bahwa FKUB Banyumas merupakan salah satu yang tertua di Indonesia, didirikan sejak tahun 1996.
"Berdasarkan survei FISIP UNSOED beberapa tahun lalu, tingkat kerukunan di Banyumas tergolong sangat tinggi, mencapai 92%. Guna menjaga kerukunan tersebut, FKUB Banyumas memiliki sejumlah sayap organisasi, seperti Generasi Muda (GM) FKUB, Solidaritas Mahasiswa Lintas Iman (SMLI), Solidaritas Siswa Lintas Iman (SSLI), Ikatan Penyuluh Agama Lintas Iman (IPARI) yang dulunya dikenal dengan Solidaritas Penyuluh Agama Lintas Iman (SPALI), serta Wanita Lintas Iman (WALI) yang merupakan para istri tokoh agama. Semua organisasi ini dibentuk dalam rangka mewujudkan kerukunan di Banyumas" jelasnya.
Yunus juga memaparkan berbagai program unggulan FKUB Banyumas. Program-program tersebut antara lain FKUB Goes to School, yaitu masuk ke sekolah-sekolah terutama SMP dan SMA dengan program utama Ular Tangga Pancasila (UTP) yang telah diakui secara nasional. Ada juga Kemah Kebangsaan yang diikuti anak muda lintas iman dengan pendampingan dari tokoh agama. FKUB Banyumas juga rutin mengadakan Goes Kerukunan, yaitu bersepeda sambil menyambangi rumah ibadah agar saling tahu dan mengenal. Saat ini, FKUB Banyumas juga tengah merealisasikan pembentukan FKUB di kecamatan, dan sejauh ini telah terbentuk di 16 dari 27 kecamatan. Program lainnya adalah dialog antarumat beragama, kunjungan ke tokoh agama, serta seminar kebangsaan yang menghadirkan narasumber nasional hingga internasional. Sebagai bukti kerukunan yang nyata, terdapat desa kerukunan di Banjarpanepen, Sumpiuh, yang menjadi contoh karena kerukunan antar umatnya sangat baik. FKUB juga menjalin kerja sama dengan ormas, seperti mengadakan kegiatan donor darah, dan rutin menyelenggarakan doa lintas iman. Selain itu, FKUB Banyumas juga aktif dalam studi komparatif dan menerbitkan buletin "Bener" (Beda Neng Rukun) yang saat ini sudah mencapai 76 edisi.
Kepala Kesbangpol Banyumas, Eko Heru Surono, dalam sambutannya turut mengapresiasi program-program FKUB Banyumas. Beliau juga menyinggung program Kakan Kemenag Banyumas, seperti Masekodaya (pemberdayaan masjid), serta pentingnya mendatangi ormas untuk berdiskusi. Eko menekankan bahwa masyarakat membutuhkan contoh atau teladan, sehingga menjadi teladan adalah tugas kita bersama.
Sementara itu, Ketua FKUB Purworejo, Habib, mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari FKUB Banyumas. Beliau menyatakan kunjungan ini sebagai ajang silaturahmi dan pertukaran ilmu. Habib menyebutkan bahwa FKUB Purworejo juga telah memiliki kepengurusan di 16 kecamatan. Beliau juga menyampaikan bahwa ide untuk membentuk pemuda lintas agama masih berupa gagasan dan mengharapkan dukungan dari FKUB Banyumas. Beliau juga menginformasikan bahwa pada tahun 2025, FKUB Purworejo mendapatkan dana hibah dari Bupati.
Adapun beberapa program FKUB Purworejo yang disampaikan adalah dialog lintas agama di 16 kecamatan yang sudah terlaksana hingga 80%, sekolah moderasi beragama yang diutamakan bagi siswa SMA, gelar budaya lintas agama, dan 3 desa moderasi beragama. FKUB Purworejo juga memiliki program "Lantai Surga," yaitu obrolan santai seputar moderasi beragama.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran informasi, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergi antar-FKUB dalam membangun dan merawat kerukunan. Dengan berbagai program inovatif yang telah dipaparkan, baik dari Banyumas maupun Purworejo, diharapkan semangat moderasi beragama semakin kuat dan menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia. (del)
