Batik, Adat, dan Cahaya Ilmu di Hardiknas 2026
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas - Pelaksanaan upacara dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di MTs Negeri 3 Banyumas berlangsung dengan penuh khidmat, tertib, dan disiplin. Sejak pagi, seluruh peserta upacara telah memadati lapangan dengan semangat kebersamaan yang terasa begitu kuat. Nuansa berbeda tampak dari busana yang dikenakan—para GTK tampil anggun mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, sementara para siswa tampil rapi dan penuh percaya diri dengan balutan batik Nusantara terbaik yang mereka miliki. Perpaduan ini menghadirkan suasana yang sarat makna, mencerminkan kekayaan budaya sekaligus semangat persatuan dalam dunia pendidikan. Senin (04/05)
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Madrasah H. Sudir, menyampaikan amanat yang mengusung pesan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya pendidikan sebagai amanat konstitusi, sebagaimana tertuang dalam UUD 1945 serta Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan upaya sadar untuk membentuk manusia yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia.
Lebih lanjut, beliau menggarisbawahi konsep besar “Pendidikan Bermutu untuk Semua” sebagai fondasi utama dalam membangun generasi masa depan. Pendidikan berkualitas tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus didukung oleh ekosistem yang kuat dan terintegrasi. Empat pusat pendidikan—sekolah, keluarga, masyarakat, dan media—harus berjalan selaras, saling menguatkan, dan menjadi pilar dalam membentuk karakter peserta didik yang unggul dan berdaya saing.
Suasana semakin hidup ketika upacara resmi ditutup dan dilanjutkan dengan penampilan istimewa dari salah satu GTK penggerak literasi, Siti Nilawati. Dengan penuh penghayatan, beliau membacakan puisi karya sendiri yang berjudul “Cahaya Ilmu di Gerbang MTs Negeri Tiga”. Setiap bait yang dilantunkan mengalir lembut namun penuh makna, menggambarkan semangat belajar, dedikasi guru, serta harapan besar terhadap generasi penerus bangsa.
Setelah pembacaan puisi, kegiatan dilanjutkan dengan momen penuh apresiasi berupa pemberian piagam penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan yang berdedikasi dan berprestasi. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas kerja keras, loyalitas, dan kontribusi nyata dalam memajukan pendidikan di MTs Negeri 3 Banyumas. Tepuk tangan meriah mengiringi setiap nama yang dipanggil, menghadirkan suasana haru sekaligus bangga.
Penampilan puisi dan pemberian penghargaan tersebut berhasil menyentuh hati para peserta upacara. Hening yang tercipta bukan sekadar diam, tetapi menjadi ruang refleksi tentang betapa pentingnya peran pendidikan dalam kehidupan. Momen ini seakan menjadi penguat komitmen seluruh warga madrasah untuk terus menyalakan cahaya ilmu di tengah tantangan zaman.
Peringatan Hardiknas tahun ini bukan hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat, mempererat kebersamaan, dan meneguhkan kembali tekad dalam memajukan pendidikan. Dengan semangat “Pendidikan Bermutu untuk Semua”, MTs Negeri 3 Banyumas terus melangkah maju, menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter dan peradaban yang lebih baik.(HumasMTsN3)
