Menuju Keluarga Sakinah: Catin Desa Bantar Terima Pembekalan Khusus di KUA
Oleh KUA JATILAWANG
Jatilawang – Persiapan menuju gerbang pernikahan bukan sekadar urusan dekorasi dan resepsi semata, melainkan kesiapan mental dan spiritual yang matang. Menyadari hal tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang kembali menggelar sesi bimbingan perkawinan (Bimwin) bagi para calon pengantin (catin) guna memberikan bekal ilmu dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Senin (04/05)
Kegiatan bimbingan kali ini dilaksanakan di ruang Balai Nikah KUA Jatilawang. Hadir sebagai narasumber utama adalah Rais Rudiansyah, seorang Penyuluh Agama Islam yang dikenal memiliki pendekatan komunikatif dalam menyampaikan materi kepenghuluan. Peserta bimbingan merupakan pasangan calon pengantin yang berasal dari Desa Bantar, Kecamatan Jatilawang, yang tampak antusias mengikuti setiap tahapan materi.
Dalam sesi tersebut, Rais Rudiansyah membedah secara mendalam materi bertajuk *“5 Pilar Keluarga Sakinah Maslahah”*. Lima pilar ini menjadi instrumen krusial bagi pasangan untuk menciptakan keharmonisan di tengah dinamika kehidupan modern. Rais menekankan bahwa sebuah pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menyatukan dua visi hidup agar selaras dengan nilai-nilai kemaslahatan.
Penyampaian materi berlangsung interaktif, di mana Rais menjelaskan satu per satu pilar utama yang terdiri dari: Mitsaqan Ghalidzan (perjanjian yang kokoh), Zawaj (berpasangan), Mu’asyarah bil Ma’ruf (memperlakukan pasangan dengan baik), Musyawarah, dan Taradlin (saling rida). Menurutnya, jika kelima pilar ini diamalkan secara konsisten, maka konflik dalam rumah tangga dapat diminimalisir dan diubah menjadi energi positif bagi keluarga.
Suasana di ruang Balai Nikah terlihat hangat dan kondusif. Para calon pengantin diberikan ruang untuk berdiskusi dan berkonsultasi mengenai tantangan-tantangan awal pernikahan. Rais mengingatkan bahwa kematangan spiritual dan emosional adalah modal utama yang lebih berharga daripada sekadar persiapan materiil yang bersifat sementara.
Acara bimbingan perkawinan ini berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan yang inspiratif tersebut, sesi diakhiri dengan foto bersama antara penyuluh dan para calon pengantin. Senyum optimis terpancar dari wajah para peserta, menandakan kesiapan mereka untuk melangkah ke jenjang pernikahan dengan bekal ilmu yang lebih mumpuni.
