Bekali Dua Pasang Catin, Penyuluh Bedah Resep Keluarga Sakinah dan Manajemen Keuangan
Purwokerto – KUA Purwokerto Timur kembali menggelar sesi bimbingan perkawinan intensif bagi calon pengantin (catin). Kali ini, dua pasang calon mempelai hadir secara bersamaan untuk menyerap ilmu sebagai bekal mengarungi bahtera rumah tangga. Senin, (23/02)
Kedua pasangan tersebut adalah Tri Setiyo Aji bersama kekasihnya Anisa Alldila Arthaviana, serta pasangan Ali Nur Faozi bersama Ketrin Olivia Carolina. Sesi bimbingan ini dipandu langsung oleh Farkhan Sya'bani, Penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Timur.
Dalam materinya, Farkhan menjelaskan bahwa membangun keluarga yang sakinah (tentram) memerlukan landasan spiritual dan mental yang kuat. Ia menekankan bahwa kebahagiaan dalam rumah tangga tidak datang secara tiba-tiba, melainkan harus diupayakan oleh kedua belah pihak.
Farkhan menjelaskan cara menjadi keluarga sakinah adalah dengan senantiasa menghadirkan Tuhan dalam setiap urusan, menjaga komunikasi yang santun, serta saling menghargai hak dan kewajiban masing-masing.
"Keluarga sakinah itu dibangun di atas rasa saling percaya dan kasih sayang karena Allah. Penting bagi setiap pasangan untuk memiliki sifat sabar dalam menghadapi kekurangan pasangan dan selalu bersyukur atas kelebihan yang ada," ujar Farkhan.
Tidak hanya menyentuh sisi spiritual, Farkhan juga memberikan penekanan khusus pada aspek praktis kehidupan sehari-hari, yakni pengelolaan ekonomi keluarga. Ia menilai banyak konflik rumah tangga berawal dari manajemen keuangan yang kurang terbuka.
Farkhan menambahkan bahwa manajemen keuangan keluarga sangat penting untuk menjaga keharmonisan. Beberapa poin yang ditekankan antara lain:
- Keterbukaan: Suami dan istri harus jujur mengenai pendapatan dan pengeluaran.
- Skala Prioritas: Mendahulukan kebutuhan pokok di atas keinginan atau gaya hidup.
- Tabungan Masa Depan: Mempersiapkan dana darurat dan perencanaan keuangan untuk anak di masa depan.
"Ekonomi yang stabil akan membantu ketenangan batin. Oleh karena itu, belajarlah untuk mengelola apa yang ada dengan penuh tanggung jawab, agar keuangan tidak menjadi pemicu keretakan hubungan," tambah Farkhan.
Sesi bimbingan diakhiri dengan diskusi interaktif, di mana kedua pasang calon pengantin terlihat antusias menanyakan solusi atas tantangan-tantangan yang mungkin dihadapi oleh pasangan muda di era modern saat ini. (jw)
