HUT RI #81

Penyuluh KUA Wangon Evaluasi BRUS melalui Tanya Jawab dengan Siswa SMAN 1 Wangon

K
KUA Wangon
16 Okt 2026
7x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 16-10-2026 19:27
SHARE

Wangon — Penyuluh Agama Islam KUA Wangon melaksanakan evaluasi atau feedback setelah memberikan penyuluhan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kepada siswa SMA Negeri 1 Wangon. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana materi yang disampaikan dapat dipahami oleh para siswa. Melalui metode tanya jawab, penyuluh mengajak peserta berinteraksi secara aktif agar kegiatan penyuluhan tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi, tetapi juga memberikan pemahaman yang bermanfaat bagi kehidupan remaja. Jumat (16/10)

Dalam sesi evaluasi, penyuluh memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa terkait materi BRUS yang telah disampaikan, khususnya mengenai pentingnya mengenali potensi diri, membangun pergaulan yang sehat, merencanakan masa depan, serta memahami risiko pernikahan usia dini. Para siswa diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan mengungkapkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah diterima.

Zainur, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menyampaikan bahwa evaluasi melalui pertanyaan langsung menjadi bagian penting untuk mengukur keberhasilan penyuluhan. “Setelah memberikan materi, kami perlu mengetahui apakah para siswa benar-benar memahami pesan yang disampaikan. Dengan bertanya secara langsung, kami bisa melihat respons mereka sekaligus memberikan penjelasan tambahan apabila masih ada materi yang belum dipahami,” ungkap Zainur.

Salah seorang siswa SMA Negeri 1 Wangon menyambut positif metode penyuluhan yang disertai tanya jawab tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membuat siswa lebih aktif, berani menyampaikan pendapat, dan lebih mudah memahami materi. “Melalui kegiatan BRUS, kami mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya mempersiapkan masa depan, memilih pergaulan yang baik, dan mengambil keputusan secara bijak. Pertanyaan dari penyuluh juga membantu kami mengingat kembali materi yang sudah disampaikan,” tuturnya.

Melalui kegiatan BRUS dan evaluasi interaktif ini, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon berharap para siswa SMA Negeri 1 Wangon mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi tidak hanya menjadi tolok ukur pemahaman peserta, tetapi juga menjadi bahan bagi penyuluh untuk meningkatkan kualitas kegiatan berikutnya. Dengan demikian, program BRUS diharapkan dapat membentuk generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab, serta memiliki kesiapan dalam merencanakan masa depan.(srf)