Belajar di Bursa Efek, Siswa MAN 2 Banyumas Jadi Tahu 3 Hal ini

Oleh HUMAS
SHARE

Semarang - 44 siswa siswi MAN 2 Banyumas dari jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL) dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) melaksanakan pembelajaran di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Tengah 1 di Semarang dalam rangkaian kegiatan kunjungan industri. Kamis (11/12)

Kepala Urusan Tata Usaha MAN 2 Banyumas, Aji Kuswanto, mewakili Kepala Madrasah menyampaikan bahwa kunjungan industri siswa AKL dan TKJ di Bursa Efek ini merupakan bagian dari pelaksanaan kurikulum kelas Vokasi yang bertujuan untuk menambah wawasan siswa serta meningkatkan pemahaman dari teori yang sudah diberikan di madrasah pada dunia kerja. "Ini menjadi pengalaman yang luar biasa untuk memahami lebih mendalam tentang bursa efek", ujarnya saat memberikan sambutan. 

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Tengah 1, Fanny Rizqi menyambut gembira atas kunjungan siswa MAN 2. "Ini sangat menarik ya, ada MAN tapi seperti SMK", kesannya saat membuka materi. 

Fanny menjelaskan bahwa Pemerintah negara manapun dalam menjalankan pemerintahannya memerlukan sebuah lembaga keuangan seperti Bank, Bursa Efek atau Pasar Modal dan Reksadana. "Ketiga lembaga ini berdiri di tengah tengah, seperti Mak comblang" ujarnya berkelakar. 

Fanny menjelaskan kalau Bank itu mencari orang yang punya uang untuk menyimpan uangnya dibank lalu memberinya bunga dan memberikan uang yang disimpan tersebut kepada orang yang sedang membutuhkan uang dengan cara berhutang. "Yang menyimpan diberi bunga misal 2%, yang hutang supaya membayar  bunga 10%, jadi Bank untung 8%, nah keuntungan inilah yang kemudian digunakan oleh Pemerintah sebagai pendapatan negara", ungkapnya. 

Kalau bursa efek atau pasar modal, tugasnya adalah mencari orang yang punya uang untuk menginvestasikan uangnya dan mencari perusahaan yang membutuhkan modal. Inilah yang disebut dengan saham. Orang yang membeli saham tujuannya adalah menambah nilai pada uang yang ia taruh sebagai modal pada perusahaan. 

Tentunya si pemilik saham akan mendapatkan keuntungan dari bagi hasil usaha perusahaan.   
"Nah, posisi bursa efek adalah sebagai pasarnya yaitu lembaga yang mempertemukan si pembeli dan si penjual saham", terang Fanny.

Sedangkan reksa dana adalah lembaga yang mencari orang yang mau menitipkan uang dan mencari orang yang membutuhkan bantuan. "Gampangnya begini, saya ingin mendapatkan layanan kesehatan maka saya ikut asuransi kesehatan dan saya membayar premi. Selagi saya sehat uang tersebut nganggur. Nah, si asuransi itu kemudian menggunakan uang nganggur tersebut untuk membayar  biaya orang orang yang sedang sakit", jelas Fanny. 

Pada kesempatan kunjungan tersebut, siswa siswi AKL dan TKJ berkesempatan belajar simulasi membeli bursa efek menggunakan aplikasi IDX Mobile. (akw)