HUT RI #81

Bentengi Diri dari Ilmu Sia-Sia, Penyuluh Bedah Doa Perlindungan Rasulullah

K
KUA Purwokerto Timur
27 Feb 2026
32x dibaca
SHARE

Purwokerto – Menuntut ilmu adalah kewajiban, namun memastikan ilmu tersebut membawa berkah dan manfaat adalah hal yang jauh lebih utama. Hal inilah yang menjadi poin penting dalam kajian rutin Majelis Taklim (MT) An Nisa Purwokerto yang menghadirkan narasumber Taufiq Hidayatulloh Penyuluh Agama Islam Purwokerto Timur. Jumat (27/02)

Dalam tausiyahnya, Taufiq mengangkat tema mendalam mengenai pentingnya berdoa agar dijauhkan dari ilmu yang tidak bermanfaat. Ia menjelaskan bahwa tidak semua pengetahuan membawa kebaikan; ada kalanya ilmu justru menjadi beban atau bahkan membawa mudarat jika tidak diamalkan.

Taufiq membedah doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagai tameng bagi setiap Muslim dalam menuntut ilmu. Doa tersebut memohon perlindungan dari empat kondisi hati dan jiwa yang berbahaya.

Allahumma inni a'udzu bika min 'ilmin laa yanfa', wa min qolbin laa yakhsya', wa min nafsin laa tasyba', wa min da'watin laa yustajaabu lahaa.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan." (HR. Muslim, No. 2722, Abu Dawud, No. 1548).

Dalam penjelasannya, Taufiq Hidayatulloh menekankan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membuahkan rasa takut (khosyah) kepada Allah dan mendorong seseorang untuk beramal saleh.

"Ilmu yang tidak bermanfaat adalah ilmu yang hanya berhenti di lisan, tidak diamalkan, atau bahkan digunakan untuk hal yang sia-sia. Kita juga memohon perlindungan dari hati yang tidak khusyuk dan jiwa yang tidak pernah merasa puas (greedy), karena keduanya akan menutup pintu keberkahan ilmu tersebut," ujar Taufiq di hadapan para jamaah ibu-ibu MT An Nisa.

Ia menambahkan bahwa jika ilmu, hati, dan jiwa sudah bermasalah, maka dampaknya akan merembet pada kualitas ibadah lainnya, termasuk menyebabkan doa-doa sulit untuk dikabulkan.

Sebagai penutup kajian, Taufiq mengajak seluruh jamaah MT An Nisa untuk senantiasa melafalkan doa tersebut dalam zikir harian mereka. Dengan harapan, setiap majelis ilmu yang dihadiri benar-benar memberikan perubahan karakter dan peningkatan iman secara nyata.

"Mari kita datang ke majelis taklim bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tapi dengan niat membersihkan hati agar ilmu yang didapat menjadi cahaya yang menuntun kita ke surga," pungkasnya. (jw)