HUT RI #81

Cegah Bullying, Tanamkan Akhlak Mulia Sejak Dini di TPQ Miftahul Huda Adisara

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
15 Okt 2026
4x dibaca
Diubah oleh yudi pada 15-10-2026 15:13
SHARE

Jatilawang, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Jatilawang melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di TPQ Miftahul Huda, Desa Adisara, Kecamatan Jatilawang, dengan materi tentang bahaya bullying atau perundungan. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada para santri sejak dini agar tumbuh menjadi generasi yang saling menghormati, menyayangi, dan peduli terhadap sesama.

Dalam kegiatan tersebut, penyuluh memberikan pemahaman kepada para santri mengenai pengertian bullying, yaitu perilaku menyakiti, merendahkan, mengejek, mengucilkan, atau mengganggu orang lain, baik secara fisik maupun melalui perkataan dan tindakan. Para santri diajak memahami bahwa perbuatan yang dianggap sebagai candaan belum tentu menyenangkan bagi orang lain, bahkan dapat menimbulkan kesedihan dan melukai perasaan.

Penyuluh juga menjelaskan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga lisan dan perilaku serta tidak merendahkan sesama.  Melalui penjelasan tersebut, para santri diharapkan memahami pentingnya menjaga ucapan, menghargai perbedaan, serta memperlakukan teman dengan baik.

Selain memberikan pemahaman tentang dampak bullying, para santri juga diarahkan untuk membiasakan perilaku positif, seperti berteman tanpa membeda-bedakan, membantu teman yang mengalami kesulitan, tidak ikut-ikutan mengejek, serta berani menyampaikan kepada guru atau orang dewasa apabila melihat tindakan perundungan. Dengan demikian, santri tidak hanya memahami larangan bullying, tetapi juga mampu menerapkan sikap terpuji dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini merupakan bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Jatilawang dalam membina akhlak dan karakter generasi muda melalui pendidikan keagamaan. Diharapkan, melalui kegiatan ini, TPQ Miftahul Huda Adisara dapat menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari perundungan, sehingga para santri dapat belajar Al-Qur’an sekaligus membentuk kepribadian yang berakhlakul karimah.

Melalui penyuluhan ini, para santri diharapkan semakin menyadari bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlakuan yang baik dan dihargai. Menanamkan sikap saling menyayangi sejak dini menjadi langkah penting untuk mewujudkan generasi Qur’ani yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu menjaga kerukunan dan persaudaraan di lingkungan TPQ maupun masyarakat.(tum)