Bimwin Mandiri KUA Cilongok: Bekal Catin Kelola Konflik dalam Keluarga
Oleh HUMAS
Cilongok — Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri KUA Cilongok kembali dilaksanakan dengan diikuti 4 pasang calon pengantin (catin). Kegiatan berlangsung interaktif dengan membekali calon pengantin berbagai pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal membangun rumah tangga yang harmonis. Rabu (05/08)
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi “Manajemen Konflik dalam Keluarga”. Materi ini mengajak catin memahami bahwa konflik dalam rumah tangga merupakan hal yang mungkin terjadi, namun yang terpenting adalah bagaimana pasangan mampu menyelesaikannya secara sehat dan bijaksana.
Beberapa poin yang dibahas antara lain mengenali sumber konflik, seperti perbedaan karakter, komunikasi, pengelolaan keuangan, campur tangan keluarga besar, pembagian peran, hingga perbedaan cara mendidik anak.
Catin juga dibekali cara menghadapi konflik dengan komunikasi asertif, yaitu menyampaikan perasaan dan kebutuhan tanpa menyalahkan atau merendahkan pasangan. Peserta diajak membedakan antara “menyerang masalah” dan “menyerang pasangan”, karena tujuan penyelesaian konflik bukan mencari siapa yang menang, tetapi menemukan solusi yang dapat diterima bersama.
Selain itu, dibahas pula pentingnya mengendalikan emosi, mau mendengarkan, tidak mengambil keputusan saat sedang marah, meminta maaf dan memaafkan, serta membangun kebiasaan berdiskusi untuk mencari jalan keluar.
Peserta juga diajak memahami prinsip “satu tim, satu tujuan” dalam rumah tangga. Ketika terjadi perbedaan, pasangan tidak perlu menjadi dua kubu yang saling berhadapan, tetapi menjadi satu tim yang bersama-sama menghadapi masalah.
Melalui Bimwin Mandiri ini, KUA Cilongok berharap para calon pengantin tidak hanya siap secara administratif untuk menikah, tetapi juga memiliki kesiapan mental, emosional, komunikasi, dan keterampilan menyelesaikan persoalan sebagai bekal menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
Pesan untuk catin: “Konflik bukan tanda rumah tangga gagal. Yang membuat rumah tangga kuat adalah ketika dua orang yang berbeda memilih untuk tetap duduk bersama, saling memahami, dan mencari solusi bersama.”
