Buka Pelatihan Media Digital Santri, Kakankemenag Banyumas Kutip Al-Isra 14 Tekankan Tanggung Jawab Digital
Oleh HUMAS
Purwokerto — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Banyumas dan UPZ Kemenag Banyumas menggelar Pelatihan Media Digital Santri Pondok Pesantren Kabupaten Banyumas. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 21–22 Juli 2026, ini dipusatkan di Aula MAN 2 Banyumas. Selasa (21/07)
Mengawali sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, memberikan penekanan moral yang mendalam bagi para santri dengan mengutip Surat Al-Isra' ayat 14: "Kafaa binafsikal yauma 'alaika hasiibaa" (Cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas amal dirimu).
Ibnu menjelaskan bahwa frasa Al-Qur'an tersebut menekankan pentingnya prinsip introspeksi diri (muhasabah) dan tanggung jawab mutlak, terutama dalam memanfaatkan media digital. Menurutnya, setiap individu bertanggung jawab penuh atas apa yang diunggah dan disebarkan. Pada akhirnya, nurani serta catatan amal diri sendiri yang akan menjadi saksi paling adil tanpa bisa dielakkan.
Dalam laporan ketua panitia, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren) Kemenag Banyumas, Faisal Reza, menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta yang merupakan utusan dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Banyumas.
Faisal menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan wawasan digital para santri agar mampu menghadapi era disrupsi yang marak dengan informasi atau berita tidak benar (hoaks). "Melalui pelatihan ini, diharapkan pesantren mampu menguasai media digital. Jika pesantren hadir dan aktif di ruang digital dengan konten-konten positif, masyarakat akan semakin mengenal, memahami, dan mencintai pesantren," ungkap Faisal Reza.
Selama dua hari, para peserta mendapatkan pembekalan materi teknis dan praktis yang menghadirkan narasumber ahli dari Tim Media PCNU Kabupaten Banyumas dan BAZNAS Banyumas.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Banyumas, Khasanah Mufidah, dalam arahannya menegaskan komitmen BAZNAS untuk mendukung penuh pengembangan potensi dan talenta digital para santri di Banyumas. "BAZNAS terus mendukung hadirnya Santri DIGDAYA—santri yang siap dipanggil negara kapan saja, siap menjadi apa saja, namun tidak pernah meninggalkan jati diri ke-santri-annya," tegas Khasanah.
Alumni MAN 2 Banyumas yang mengaku kagum dengan perkembangan pesat almamaternya tersebut juga mengungkapkan bahwa 50% penyaluran dana zakat BAZNAS Banyumas saat ini dialokasikan untuk program-program produktif melalui digitalisasi.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan tata kelola media sosial BAZNAS Banyumas bahkan telah menarik perhatian dan kunjungan studi dari berbagai kabupaten di luar Pulau Jawa. "Mari kita bergerak bersama untuk terus mengamplifikasi program-program kebaikan dan mengglorifikasi prestasi-prestasi pesantren ke khalayak yang lebih luas," ajaknya penuh semangat di akhir sambutan.
Melalui pelatihan ini, Kemenag dan BAZNAS Banyumas berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan digital yang membawa wacana keagamaan yang sejuk, edukatif, serta makin memperkokoh citra pesantren di mata dunia.
