Cetak Generasi Qurani, Penyuluh KUA Intensifkan Kajian Tahfidz

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas – Gema ayat-ayat suci Al-Qur’an kini semakin rutin terdengar dari selasar MI Ma’arif NU 1 Kedungwringin, Kecamatan Jatilawang. Dalam upaya memperkuat karakter religius siswa sejak dini, Rais Rudiansyah Penyuluh Agama Islam dari KUA Jatilawang secara konsisten menggelar kajian rutin Tahfidzul Qur'an. Program ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan dasar di wilayah tersebut dalam mencetak generasi yang karib dengan Al-Qur'an.

Kegiatan yang berlangsung setiap hari Rabu dan Jumat ini menyasar seluruh siswa dengan fokus utama pada hafalan Juz 30 atau yang lebih akrab dikenal sebagai Juz Amma. Kehadiran para penyuluh dari KUA Jatilawang bukan sekadar mendampingi, melainkan memberikan metode setoran hafalan yang interaktif agar para siswa merasa senang dan tidak terbebani dalam menghafal.

Penyuluh Agama KUA Jatilawang mengungkapkan bahwa sinergi antara lembaga keagamaan dan sekolah formal sangat krusial di era digital saat ini. Dengan mengambil waktu di tengah pekan dan menjelang akhir pekan sekolah, diharapkan ritme hafalan siswa tetap terjaga dan konsisten. "Target kami sederhana namun pasti, yakni membekali lulusan MI Ma'arif NU 1 Kedungwringin dengan hafalan Juz Amma yang mutqin (kuat)," ujar salah satu penyuluh di sela-sela kegiatan.

Pemilihan MI Ma’arif NU 1 Kedungwringin sebagai lokasi binaan bukan tanpa alasan. Sekolah ini dinilai memiliki semangat yang tinggi dalam mengintegrasikan kurikulum umum dengan nilai-nilai pesantren. Dengan adanya pendampingan langsung dari KUA, standar bacaan (tajwid) dan makharijul huruf para siswa diharapkan bisa lebih tertata sesuai dengan kaidah ilmu qiraat yang benar.

Antusiasme siswa terlihat jelas saat mereka mengantre dengan tertib untuk menyetorkan hafalannya. Program ini tidak hanya melatih daya ingat, tetapi juga membentuk kedisiplinan dan spiritualitas anak. Para guru di madrasah tersebut juga menyambut baik inisiatif ini, mengingat keterbatasan waktu jika pendampingan hanya dilakukan oleh guru kelas saja.

Ke depannya, KUA Jatilawang berharap program Tahfidzul Qur'an ini dapat menjadi proyek percontohan bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Jatilawang. Melalui kolaborasi yang apik ini, target melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga teguh secara iman melalui hafalan Al-Qur'an diharapkan dapat segera terwujud.