Cetak Saintis Muda, MA Al Falah Jatilawang Perkuat Literasi Sains Lewat Praktikum Hukum Mendel

Oleh MA AL FALAH JATILAWANG
SHARE

Banyumas – Laboratorium Biologi MA Al Falah Jatilawang mendadak riuh dengan aktivitas ilmiah. Peserta didik kelas XII 2 nampak antusias mempraktikkan simulasi Hukum Mendel sebagai upaya madrasah menghadirkan pembelajaran sains yang relevan dan mendalam. Selasa (03/02/26)

Praktikum ini dirancang khusus untuk menjembatani teori genetika yang kompleks dengan realitas ilmiah melalui pembuktian Hukum Mendel I (Segregasi) dan Hukum Mendel II (Asortasi Bebas).

Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya berkutat dengan catatan angka di atas kertas. Mereka menggunakan kancing genetika sebagai model genetik untuk menyimulasikan persilangan monohibrid (satu sifat beda) dan dihibrid (dua sifat beda).

Melalui manipulasi model fisik ini, konsep probabilitas genetik yang abstrak berubah menjadi visualisasi yang konkret dan mudah dipahami. Di bawah bimbingan Ibu Upik, guru mata pelajaran Biologi, para siswa diajak mengikuti prosedur ilmiah yang ketat.

"Ketelitian adalah kunci dalam genetika. Di sini, siswa belajar bahwa perbedaan satu kancing saja dapat mengubah interpretasi hasil persilangan," ujar Ibu Upik saat mendampingi proses analisis data siswa.

Kepala MA Al Falah Jatilawang, Amir Mahmud, memberikan apresiasi tinggi terhadap jalannya praktikum ini. Menurutnya, praktikum adalah pilar utama dari implementasi pembelajaran bermutu di madrasah.

“Melalui praktikum, kita tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter ilmuwan: jujur dalam data, teliti dalam proses, dan bertanggung jawab atas kesimpulan,” tegas beliau.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Ulfah, menjelaskan bahwa kurikulum saat ini menitikberatkan pada keseimbangan antara teori dan praktik agar siswa memiliki kompetensi yang utuh secara kontekstual.

Melalui penguatan literasi sains ini, MA Al Falah Jatilawang berharap para lulusannya tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan teknis laboratorium yang mumpuni.

Sikap kritis dan ilmiah yang dipupuk melalui simulasi ini diharapkan menjadi bekal kuat bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama di bidang sains dan teknologi.