Desiminasi Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 3 Banyumas
Oleh MAN 3 Banyumas
Banyumas – MAN 3 Banyumas menyelenggarakan kegiatan diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digelar di ruang pertemuan dan diikuti oleh seluruh guru MAN 3 Banyumas. Dalam sambutanya, Solikhin selaku kepala MAN 3 Banyumas menyampaikan bahwa kurikulum cinta adalah kurikulum yang mendalam dan mengaplikasikan pada lingkungan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus bisa mengaplikasikan materi yang diajarkan di sekolah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi kebiasaan yang baik. Misalnya, cinta lingkungan, aplikasinya dengan cara melakukan kerja bakti disekolahan supaya lingkungan terlihat rapi dan bersih dan lain sebagainya. Kegiatan tersebut menghadirkan Pengawas Madrasah dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Nurul Hidayah, sebagai narasumber utama. Dalam pengantarnya, Nurul Hidayah menjelaskan landasan kebijakan terbaru terkait kurikulum madrasah. Selasa (06/01/26).
“Per tanggal 10 November 2025 telah terbit KMA Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Madrasah terbaru sebagai penyempurnaan dari KMA 450 Tahun 2024. Regulasi ini menekankan pada Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC),” ujar Nurul Hidayah. Dalam sambutanya, Nurul hidayah memaparkan bahwa lahirnya KBC dilatarbelakangi oleh keresahan atas maraknya kasus kenakalan yang melibatkan siswa maupun guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Menurutnya, esensi mengajar bukan sekadar transfer ilmu, melainkan upaya mendisiplinkan dan memberikan perhatian secara individu. Ia menegaskan bahwa implementasi KBC tidak berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi dalam seluruh aktivitas pendidikan madrasah, mulai dari intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, hingga membentuk iklim dan budaya madrasah. Selain itu, KBC juga diarahkan untuk mendukung pencapaian 8 Profil Lulusan (Profil Pelajar Pancasila), yakni keimanan dan ketakwaan, kewargaan (kebinekaan global), penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan fisik dan mental, serta kemampuan komunikasi. Profil ini dirancang untuk membentuk karakter dan kompetensi peserta didik secara holistik. Pada kesempatan tersebut, Nurul hidayah juga menyinggung pentingnya penguatan panca cinta dalam proses pembelajaran. Menurutnya, guru perlu merancang pembelajaran secara lebih mendalam dan bermakna agar nilai-nilai cinta benar-benar terinternalisasi dalam diri peserta didik.
Usai sesi pemaparan, para guru MAN 3 Banyumas langsung mempraktikan cara untuk menyusun dokumen implementasi KBC dengan meliputi Intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, serta iklim dan budaya berbahasa madrasah. Melalui diskusi kelompok kecil, para guru bekerja secara kolektif merumuskan langkah-langkah implementatif yang akan diterapkan kepada peserta didik. Sosialisasi berlangsung ceria tetapi penuh makna. Narasumber tak segan-segan berdialog dan berbagi cerita inspirasi dengan peserta. “Melalui sosialisasi ini, MAN 3 Banyumas diharapkan mampu menerapkan sintak memahami, mengaplikasi, hingga menghasilkan produk yang berbasis nilai cinta,” ujar Waka Kurikulum Khasan Rosyidi. (Humas).
