Dibalik Tirai Sakit, Tersulam Harapan dan Ampunan
Oleh KUA JATILAWANG
Jatilawang - Suasana hangat dan penuh ketenangan menyelimuti ruang rawat inap Puskesmas Jatilawang saat kegiatan bimbingan rohani rutin bagi pasien rawat inap kembali dilaksanakan. Kegiatan ini diikuti oleh delapan pasien yang berasal dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Jatilawang, di antaranya Desa Gunungwetan, Karanglewas, dan Tunjung. Selasa (02/06)
Bimbingan rohani yang dilaksanakan setiap hari Selasa tersebut dipandu oleh Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang. Dalam kesempatan itu, para pasien diberikan motivasi dan penguatan spiritual agar tetap sabar, optimis, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT selama menjalani masa pengobatan.
Penyuluh menyampaikan bahwa sakit bukan hanya ujian, tetapi juga menjadi sarana penghapus dosa dan peninggi derajat bagi seorang mukmin apabila dihadapi dengan kesabaran dan keikhlasan.
“Sakit yang dialami seseorang dapat menjadi penggugur dosa-dosa dan meninggikan derajat di sisi Allah SWT. Karena itu, mari kita hadapi setiap ujian dengan sabar, ikhlas, dan penuh harapan akan pertolongan-Nya,” tutur penyuluh dalam bimbingannya.
Selain memberikan motivasi keagamaan, penyuluh juga memimpin doa bersama agar seluruh pasien diberikan kesembuhan, kesehatan, dan kekuatan dalam menjalani proses pemulihan.
Pada kegiatan hari ini terdapat kabar membahagiakan dari salah satu pasien yang telah melahirkan seorang bayi laki-laki dengan selamat. Kehadiran buah hati tersebut menjadi warna tersendiri di tengah suasana perawatan dan menjadi sumber kebahagiaan bagi keluarga maupun tenaga kesehatan yang turut mendampingi.
Salah seorang pasien mengaku merasa lebih tenang setelah mengikuti bimbingan rohani tersebut.
“Alhamdulillah, setelah mendengarkan nasihat dan doa bersama, hati saya menjadi lebih tenang dan semangat untuk segera sembuh,” ungkapnya.
Melalui kegiatan bimbingan rohani yang rutin dilaksanakan setiap pekan ini, diharapkan para pasien tidak hanya memperoleh kesembuhan fisik, tetapi juga mendapatkan ketenangan batin, sehingga mampu menjalani proses pengobatan dengan lebih optimis dan penuh tawakal kepada Allah SWT.(dy)
