Diseminasi Sosialisasi Pembelajaran Mendalam dan Kegiatan Kokurikuler, Langkah Awal Menuju Pendidikan Bermutu

Oleh MTSN2 Banyumas
SHARE

Banyumas (Humas) - Memanfaatkan waktu setelah kegiatan pembelajaran selesai, tenaga pendidik MTsN 2 Banyumas mengikuti kegiatan Diseminasi Sosialisasi Pembelajaran Mendalam di Madrasah dan Kegiatan Kokurikuler di MTsN 2 Banyumas yang disampaikan oleh Waka Kurikulum, Sri Indriyati. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat MTsN 2 Banyumas pada Sabtu, 19 Juli 2025.

Atik Restusari, selaku Kepala Madrasah, memberikan sambutan dan pengantar dalam kegiatan tersebut. "Pendekatan pembelajaran mendalam di madrasah terkait dengan kurikulum berbasis cinta yang merupakan ruh dalam pembelajaran mendalam di madrasah," ungkap Atik. Selanjutnya, penjelasan dan pemaparan materi Diseminasi Sosialisasi Pembelajaran Mendalam di Madrasah hasil Zoom Meeting yang diselenggarakan oleh Dirjen Pendis. Penjelasan Kurikulum Cinta maka tidak akan jauh dari paparan 8 dimensi profil lulusan serta materi insersi yang wajib tercantum dalam perencanaan pembelajaran.

Sri Indriyati juga menyampaikan tentang pelaksanaan kegiatan Kokurikuler di MTs Negeri 2 Banyumas dengan menyesuaikan regulasi terbaru. Kegiatan Kokurikuler di MTsN 2 Banyumas meliputi kegiatan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7 KAIH) dan Pembelajaran Kolaborasi Lintas Disiplin Ilmu (PKLDI). "Pembelajaran Kolaboratif Lintas Disiplin Ilmu merupakan kegiatan kolaborasi berbagai mata pelajaran yang saling berhubungan dan terkait dengan materi yang akan diajarkan kepada murid-murid," tutur Indri.

Seluruh pendidik MTsN 2 Banyumas, berjumlah 38 orang, bersemangat dan antusias karena diseminasi ini memberikan tambahan pengetahuan baru dan perubahan baru tentang kegiatan Implementasi Kurikulum Merdeka yang mengalami beberapa pembaruan dalam proses pembelajarannya. Atik Restusari, selaku Kepala MTsN 2 Banyumas, menyambut baik kegiatan diseminasi ini. "Semoga ke depan kegiatan sosialisasi tentang informasi-informasi penting terkait Pembelajaran Mendalam maupun Kurikulum Berbasis Cinta bisa terus diinformasikan agar semua pendidik bisa paham dan bisa mengaplikasikan dengan baik pada kegiatan pembelajaran di kelas bersama murid, sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai," harap Atik. (Ning/twm)