Ditengah Ujian Sakit, Kesabaran dan Harapan Terus Dikuatkan
Oleh KUA JATILAWANG
Jatilawang - Penguatan spiritual bagi masyarakat yang sedang menjalani perawatan kembali dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Rohani (Bimroh) bagi pasien rawat inap di Puskesmas Jatilawang. Kegiatan rutin setiap Selasa tersebut dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang sebagai bagian dari pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Selasa (06/10)
Para pasien yang mendapatkan bimbingan berasal dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Jatilawang. Dalam suasana perawatan, Penyuluh Agama Islam hadir memberikan nasihat, motivasi, dan penguatan agar para pasien tetap memiliki semangat dalam menghadapi ujian sakit.
Dalam bimbingannya, Penyuluh mengajak para pasien untuk bersabar dan senantiasa berbaik sangka kepada Allah SWT. Kondisi sakit hendaknya tidak membuat seseorang kehilangan harapan, tetapi menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah sambil tetap berikhtiar memperoleh kesembuhan.
“Sakit adalah bagian dari ujian kehidupan. Karena itu, mari kita tetap sabar, berbaik sangka kepada Allah SWT, dan terus berusaha untuk mendapatkan kesembuhan. Jangan lupa berdoa dan tetap menjalankan ibadah sesuai dengan kemampuan,” pesan Penyuluh kepada para pasien.
Selain penguatan spiritual, para pasien juga diingatkan untuk mematuhi nasihat dan arahan dokter selama menjalani perawatan. Ikhtiar untuk mendapatkan kesembuhan perlu dilakukan dengan mengikuti anjuran tenaga medis, termasuk dalam menjalani pengobatan dan menjaga kondisi tubuh.
Perpaduan antara doa, kesabaran, dan ikhtiar medis menjadi pesan penting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Pasien diharapkan tidak hanya menjaga semangat secara fisik, tetapi juga memperoleh ketenangan batin selama menjalani proses perawatan.
Kegiatan Bimroh di Puskesmas Jatilawang yang dilaksanakan setiap Selasa pagi ini menjadi salah satu bentuk kehadiran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pelayanan keagamaan secara langsung kepada masyarakat. Bimbingan tersebut diharapkan mampu membantu pasien menghadapi masa sakit dengan hati yang lebih tenang, sabar, dan penuh harapan.
Di ruang perawatan, ikhtiar medis berjalan bersama doa; kesabaran menjadi kekuatan, sementara prasangka baik kepada Allah menjadi cahaya yang menjaga harapan menuju kesembuhan. (dy)
