HUT RI #81

Dua Hati Bersatu, Keluarga Randublatung dan Lumbir Berbahagia

KUA Lumbir
KUA Lumbir
04 Des 2025
110x dibaca
SHARE

Banyumas — Menikah adalah sebuah langkah besar dalam kehidupan setiap insan, sebuah ikatan suci yang tidak hanya menyatukan dua hati, tetapi juga dua keluarga, dua pandangan hidup, dan dua perjalanan yang kini bersatu menuju satu tujuan. Di balik kebahagiaan dan senyum yang terpancar saat mengikrarkan janji, terdapat tekad dan tanggung jawab untuk saling menjaga, mendampingi, serta menciptakan keluarga harmonis penuh keberkahan. Pernikahan bukan sekadar selebrasi cinta, melainkan ibadah panjang yang mengajarkan arti kesabaran, ketulusan, dan komitmen seumur hidup. Kamis (04/12)

KUA Lumbir kembali memberikan pelayanan pencatatan nikah bagi masyarakat. Kali ini, pelaksanaan akad bertempat di Balai Nikah KUA Lumbir, Jl. Raya Lumbir RT 01 RW 01, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas. Bertindak sebagai penghulu sekaligus pemimpin prosesi adalah Kepala KUA Lumbir, Tohiron, didampingi dua CPNS Penghulu, Muhammad ‘Abdul Khamid Addin’s dan Akrom Anas.

Akad nikah berlangsung penuh khidmat mempertemukan Marijan (38), pemuda asal Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, dengan Rusi Purniasari (33), warga Desa Lumbir RT 01 RW 02, Kecamatan Lumbir, Banyumas. Ayah mempelai wanita, Sukarji Karman, bertindak sebagai wali nikah, sementara Rusdiarjo dan Harun menjadi saksi prosesi ijab qabul. Dalam momen penuh haru tersebut, mempelai pria menyerahkan mahar berupa uang tunai sebesar Rp100.000 sebagai simbol ketulusan dan komitmen.

Usai akad, Kepala KUA Lumbir, Tohiron, memberikan nasihat pernikahan kepada kedua mempelai. Ia menegaskan bahwa cinta saja tidak cukup tanpa disertai kesabaran, kejujuran, dan saling memahami. Perkawinan adalah perjalanan panjang yang diwarnai suka dan duka. Karena itu, pasangan harus saling menopang ketika salah satu berada dalam kesulitan, serta saling mengingatkan ketika mulai lalai. “Jadikan komunikasi sebagai jembatan hati serta doa sebagai penguat dalam menghadapi ujian rumah tangga,” pesannya. Ia juga menekankan bahwa kebahagiaan bukan tentang siapa yang selalu benar, melainkan siapa yang bersedia saling mengalah dan menjaga komitmen yang telah diikrarkan di hadapan Tuhan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan penandatanganan dokumen pernikahan oleh kedua mempelai, wali, saksi, dan penghulu. KUA Lumbir terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan pencatatan nikah yang ramah, transparan, dan sesuai dengan regulasi, serta memberikan edukasi mengenai hak dan kewajiban suami istri demi terwujudnya keluarga yang kokoh secara spiritual maupun administratif.

Melalui pelayanan yang profesional dan penuh dedikasi, KUA Lumbir terus mendukung terbentuknya keluarga sakinah dan memastikan masyarakat memperoleh layanan keagamaan yang tertib, aman, dan penuh keberkahan.

Pernikahan bukan hanya hari bahagia yang dirayakan sekali seumur hidup, melainkan perjalanan menjaga komitmen setiap hari. Dengan saling memahami dan memegang teguh nilai-nilai agama, keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah diyakini dapat diraih. Semoga rumah tangga yang baru terbentuk ini menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih bermakna serta diberkahi oleh Allah SWT.