Edukasi Makna Ziarah Kubur, Penyuluh KUA Gumelar Tekankan Adab dan Tauhid di MT Hijrotunnisa
Oleh HUMAS
Gumelar – Ziarah kubur merupakan tradisi yang melekat kuat di masyarakat, namun pemahaman akan esensi dan adabnya perlu terus diperkuat agar tetap sesuai dengan tuntunan syariat. Hal inilah yang mendasari Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar menggelar penyuluhan di Majelis Ta’lim (MT) Hijrotunnisa, RW 08 Desa Cihonje. Selasa (12/05).
Hadir sebagai narasumber, Kambali, menyampaikan materi bertajuk "Meneladani Makna Ziarah Kubur" di hadapan para jamaah yang hadir dengan khidmat. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa ziarah kubur bukan sekadar rutinitas turun-temurun, melainkan sarana spiritual yang memiliki landasan kuat dalam Islam.
Kambali menjelaskan bahwa fungsi utama ziarah kubur adalah sebagai Dzikrul Maut atau pengingat kematian. Dengan melihat peristirahatan terakhir, setiap individu diharapkan sadar bahwa kehidupan dunia bersifat fana, sehingga terdorong untuk memperbanyak amal saleh.
"Ziarah kubur itu mampu melunakkan hati yang keras dan mengurangi kecintaan berlebihan terhadap materi duniawi. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW, ziarah dapat menitikkan air mata dan mengingatkan kita akan akhirat," ujar Kambali mengutip Hadits Riwayat Muslim.
Selain mendoakan ahli kubur sebagai hadiah terbaik bagi almarhum, penyuluhan ini memberikan penekanan khusus pada etika atau adab saat berada di area pemakaman. Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
-
Mengucapkan salam saat memasuki area makam.
-
Larangan duduk di atas nisan atau makam.
-
Menghindari praktik yang mengarah pada kemusyrikan, seperti meminta-minta kepada kuburan.
-
Mengisi kunjungan dengan membaca ayat suci Al-Qur'an dan kalimat thayyibah secara khusyuk.
Melalui kegiatan ini, jamaah MT Hijrotunnisa diharapkan dapat menjalankan tradisi ziarah dengan pemahaman tauhid yang benar. Dengan demikian, nilai ibadahnya tetap terjaga, mendatangkan pahala bagi yang diziarahi, sekaligus memberikan ketenangan batin bagi yang menziarahi.
Pertemuan rutin ini ditutup dengan diskusi interaktif, di mana para jamaah antusias menanyakan seputar tata cara doa dan tradisi lokal yang diselaraskan dengan aturan agama yang benar.
