Fenomena Kehamilan Luar Nikah, Narkoba, dan HIV Meningkat: Kemenag dan Pemkab Banyumas Ajak Madrasah Perkuat Gerakan KRISAN
Oleh HUMAS
Purwokerto – Kemenag Kabupaten Banyumas menggelar sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba di Lembaga Pendidikan demi mewujudkan KRISAN (Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba). Kegiatan yang diikuti oleh Wakil Kepala Kesiswaan dan guru Madrasah Aliyah se-Banyumas ini diselenggarakan di Pendopo Sipanji Kabupaten Banyumas. Jumat (12/12)
Kepala Kankemenag Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, dalam sambutannya mengungkapkan keprihatinan atas tren peningkatan isu-isu sosial-kesehatan di Banyumas.
“Fenomena kehamilan di luar nikah, penyalahgunaan narkoba, dan kasus HIV di Banyumas menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, semakin hari semakin meningkat. Angka pernikahan dini di Banyumas tergolong tinggi karena sebagian besar terjadi karena kehamilan yang tidak direncanakan. Kabupaten Banyumas bahkan menempati peringkat ketiga tertinggi kasus narkoba di Jawa Tengah, dengan lonjakan kasus dari 99 pada 2023 menjadi 136 sepanjang 2024. Untuk itu, harus ada wadah untuk bersama menturbulensikan dan mengorkestasikan semua elemen dalam sebuah wadah atau satuan tugas,” ungkap Ibnu, menekankan perlunya intervensi yang kuat dan terintegrasi.
Menanggapi kompleksitas masalah ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas bersama berbagai elemen masyarakat telah menginisiasi gerakan bersama yang bersifat multi-sektoral. Upaya yang dilakukan melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes), BNNK, Polresta, akademisi, dan komunitas.
Upaya konkret yang ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas dan berbagai mitra mencakup peningkatan layanan kesehatan dan edukasi. Di bidang kesehatan, dilakukan Peningkatan Skrining dan Deteksi Dini, dimana Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas memperbanyak layanan pemeriksaan HIV, termasuk menyediakan layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) mobile, yang bertujuan untuk menjangkau populasi kunci dan ibu hamil demi mencegah penularan dari ibu ke anak. Sementara itu, di bidang edukasi, dilakukan Penyuluhan dan Edukasi secara masif tentang bahaya narkoba, kesehatan reproduksi, dan pencegahan HIV/AIDS. Sasaran utama kegiatan ini adalah remaja dan pelajar, dan inisiatif ini seringkali diwujudkan dalam program komunitas seperti "Desa Bersinar" (Bersih Narkoba).
Rehabilitasi dan Pendampingan: BNNK menyediakan layanan rehabilitasi, serta pendampingan bagi penderita HIV/AIDS untuk mengurangi stigma.
Ibnu menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa penanggulangan masalah ini membutuhkan partisipasi aktif dan sinergi dari seluruh komponen masyarakat. "Mari Bersama ujudkan Banyumas Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba," pungkasnya.
