Gandeng Unilever, Kanwil Kemenag Latih Santri Banyumas
Oleh Seksi Penma
BANYUMAS - Sebagai upaya mewujudkan program Pesantren Sehat, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah bersama Unilever Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Santri Berseri di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Rabu (24/7). Tujuh pengasuh pondok pesantren di Banyumas beserta tiga wakil santri masing-masing pondok dilatih untuk mengimplementasikan pola hidup bersih dan sehat menuju santri bercahaya, sehat dan percaya diri.
Perwakilan Unilever, Jaka Permana Sidik menyampaikan bahwa Unilever Indonesia telah tumbuh bersama masyarakat Indonesia selama lebih dari 90 tahun dan berkomitmen kami mendukung terciptanya generasi masa depan yang lebih sehat, peduli lingkungan, dan berdaya, melalui berbagai kemitraan, termasuk tentunya dengan Pemerintah dan institusi pendidikan. "Pesantren menjadi salah satu lembaga yang strategis dalam mewujudkan komitmen ini, karena sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dapat terlahir dari 40 ribuan pesantren di berbagai wilayah nusantara, sesuai catatan Kementerian Agama, yang hingga kini tercatat menaungi sebanyak 4,85 juta santri dan santriwati, atau kurang lebih 10% dari jumlah pelajar di Indonesia" ungkap Jaka.
Sejak 2020, lanjut Jaka, Unilever Indonesia bersinergi dengan Kementerian Agama menggelar Program Sehat Hijau Berdaya guna meningkatkan kualitas hidup santri dan santriwati beserta seluruh komunitas pesantren melalui tiga pilar utama. Pertama, Pilar Peningkatan Kebersihan dan Kesehatan. Pilar ini meliputi edukasi dan pembiasaan cuci tangan pakai sabun dalam Program Pesantren Sehat Lifebuoy, Edukasi dan pembiasaan kesehatan gigi dan mulut bersama Pepsodent, Edukasi dan pembiasaan kebersihan dan kesehatan kulit wajah dan rambut bersama Glow and Lovely, Ponds Men, Sunsilk, dan Clear; Edukasi dan pembiasaan kesehatan kulit bersama Citra, Edukasi dan pembiasaan kebersihan perangkat masak dan makan bersama Sunlight, serta Edukasi dan pembiasaan kebersihan Pesantren dan masjid bersama Wipol.
Kedua, Pilar Peningkatan Nutrisi yaitu meliputi edukasi dan pembiasaan menyajikan dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang sesuai panduan Isi Piringku, dalam program Royco Nutrimenu. Dan ketiga adalah Pilar Kelestarian Lingkungan yang meliputi edukasi pemilahan sampah, penanganan limbah makanan dan kegiatan penanaman pangan bernutrisi, pengembangan sistem Bank Sampah, dan Program Penatagunaan Air (Water Stewardship) untuk efisiensi dan daur ulang air.
"Alhamdulillah, hingga 2023 program ini telah menjangkau lebih dari 2.000 pesantren dan memberikan manfaat bagi lebih dari 1 juta santri dan santriwati di Indonesia di 154 Kabupaten/Kota. Pada 15 Februari lalu, Unilever Indonesia bersama Kementerian Agama RI mempererat kerja sama jangka panjang yakni selama 5 tahun ke depan, guna memperluas penerima manfaat dan cakupan edukasi melalui Program Pesantren dan Kampung Zakat Sehat Hijau Berdaya dimana pada tahun 2024 ini , menargetkan untuk memperluas manfaat hingga secara total menjangkau 2 juta santri santriwati" terang Jaka.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin menegaskan bahwa santri sebagai generasi masa depan bangsa harus menjadi santri yang digjaya. Santri digjaya itu santri yang siap dipanggil negara kapan saja dan siap menjadi apa saja. Maka untuk menjadi santri yang digjaya ini santri harus berperilaku hidup bersih dan sehat. "Mandi yang bersih, pakai samphoo, rawat kulit dan makan yang bergizi. Kalau sudah bersih, bercahaya, sehat maka akan tumbuh rasa percaya diri. Dari rasa percaya diri itulah akan mewujudkan santri yang digjaya" ujar Ibnu, saat membuka kegiatan.
Pelaksana Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng, R. Hendi Prabowo menjelaskan bahwa program pelatihan Santri Berseri dilakukan oleh Kanwil di 21 Kabupaten/Kota baik online maupun offline. Hari ini Banyumas mendapatkan pelatihan secara offline untuk 7 Pesantren. Ada PPPI Miftahussalam Banyumas, PP Ibnu Taimiyyah Sumpiuh, PP Zam-zam Cilongok, PP Nurul Huda Cilongok, PP Roudhotul Ilmi Pekuncen, PP Nurul Huda Ajibarang dan PP At-Taujieh Al Islamy Kebasen. "Pelatih Santri Berseri ini adalah Direktur Persada Ibu Widiandayani sebagai mitra program yayasan Unilever Indonesia", kata Bowo.
Semoga program ini dapat senantiasa menjadi salah satu perwujudan dari komitmen kita semua untuk saling bersinergi dalam membantu melahirkan generasi masa depan yang bertaqwa, berkualitas dan bermartabat yang Insya Allah akan menjadi pelopor perubahan bagi masa depan yang lebih baik dan menjadi pemimpin negara kita ini, harapnya. (akw)
