Gema Istighosah di MT Al-Hikmah Gancang: Ketuk Pintu Langit demi Bangsa, Rajut Sakinah dalam Keluarga
Oleh HUMAS
Gumelar - ?Gema istighosah yang dipandu oleh Ustaz Warto Amirudin mengalun indah, memecah keheningan Gancang. Jemaah yang hadir dengan tulus melantunkan kalimat-kalimat thoyyibah, memohon perlindungan, kedamaian, dan keberkahan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta. Selasa (23/06)
?"Di tengah dinamika zaman, doa adalah perisai terkuat kita. Dari majlis yang mulia ini, kita mengetuk pintu langit, memohon agar bangsa dan negara yang kita cintai ini selalu dijaga dari segala marabahaya, dipersatukan dalam kedamaian, dan diberkahi dengan kemakmuran," ujar Warto Amirudin di sela-sela kekhusyukan acara.
?Tidak hanya melangitkan doa untuk bangsa, momentum ini juga menjadi sarana penataan rohani bagi kehidupan domestik jemaah. Ustaz Warto Amirudin memberikan pembinaan materi yang sangat dinantikan: Membangun Keluarga Sakinah, Mawaddah, warahmah (Sakinah Ready).
?Dengan penyampaian yang lugas namun sarat makna, beliau mengupas pilar-pilar penting dalam rumah tangga islami. Menurutnya, keluarga adalah fondasi terkecil dari sebuah negara. Jika keluarganya kokoh dan penuh cinta, maka kuat pula bangsanya.
?Beberapa poin indah yang ditekankan dalam pembinaan tersebut antara lain:
- ?Sakinah (Ketenteraman): Menjadikan rumah sebagai tempat bernaung yang paling damai, di mana komitmen dan rasa saling menghargai menjadi fondasinya.
- Mawaddah (Cinta yang Menggebu): Merawat rasa cinta secara fisik dan emosional, saling menjaga di kala suka maupun duka.
- ?Warahmah (Kasih Sayang yang Tulus): Menumbuhkan kasih sayang yang bersumber dari keimanan, saling memaafkan kekurangan, dan bersama-sama melangkah menuju rida Allah SWT.
?Para jemaah Majlis Ta’lim Al-Hikmah mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir dengan antusiasme yang tinggi. Tatapan mata yang teduh dan sesekali anggukan khidmat menjadi bukti bahwa materi yang disampaikan meresap jauh ke dalam sanubari.
?Melalui kegiatan ini, KUA Gumelar kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat—bukan hanya sebagai lembaga administratif, tetapi sebagai oase spiritual yang menuntun umat menuju kehidupan yang lebih berkah, baik dalam berbangsa maupun berumah tangga.
?Acara ditutup dengan jabat tangan hangat penuh kekeluargaan, meninggalkan jejak kedamaian yang mendalam di hati masyarakat Gancang.
