Gerak Aktif Penyuluh KUA Jemput Bola Daftar Nazhir, Hasilkan Apresiasi Tokoh Masyarakat

Oleh KUA KEMRANJEN
SHARE

Banyumas - Peran penyuluh agama sangat strategis dalam memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. KUA Kemranjen menunjukkan langkah nyata melalui gerak aktif “jemput bola” dalam membantu proses pendaftaran nazhir yayasan wakaf ke Badan Wakaf Indonesia (BWI) Cabang Banyumas. Inisiatif ini tidak hanya mempercepat pelayanan administratif, tetapi juga meningkatkan kepercayaan dan apresiasi dari tokoh masyarakat setempat. Jumat (10/07)

Yono, penyuluh agama Islam di KUA Kemranjen melakukan kunjungan langsung ke rumah Sutrisno di Sirau. Kunjungan ini bertujuan membantu melengkapi berkas pendaftaran nazhir yayasan ke BWI. Sikap proaktif ini menjadi bukti nyata bagaimana KUA Kemranjen tidak sekadar menunggu warga datang, melainkan turun langsung ke lapangan untuk memberikan pendampingan secara personal.

Pendekatan jemput bola yang dilakukan oleh Yono ini membantu mengatasi kendala yang selama ini dialami masyarakat saat menghadapi prosedur pendaftaran yang cukup rumit. Dengan pendampingan intensif, pengurusan administrasi menjadi lebih cepat dan efektif, sehingga mempercepat proses legalisasi yayasan wakaf di wilayah tersebut.

Langkah positif ini sangat sejalan dengan instruksi dari Kepala KUA Kemranjen, Apriliyanto, yang menekankan pentingnya pelayanan sepenuh hati kepada umat. Instruksi tersebut mengarahkan seluruh jajaran KUA untuk aktif menjangkau warga dalam berbagai pelayanan keagamaan, termasuk dalam urusan administratif seperti pendaftaran nazhir.

Dengan dukungan penuh dari pimpinan, para penyuluh agama di KUA Kemranjen semakin termotivasi untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan. Pendekatan yang humanis dan ramah membuat masyarakat merasa didengar dan diperhatikan, sehingga terjalin hubungan yang harmonis antara KUA dengan komunitas lokal.

Respons dari masyarakat terhadap gerak aktif jemput bola ini sangat menggembirakan. Sutrisno, tokoh masyarakat setempat yang menjadi salah satu penerima layanan, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kerja cepat dan sigap dari KUA Kemranjen. Menurut beliau, pendekatan langsung seperti ini sangat membantu dan mencerminkan komitmen KUA dalam memberikan pelayanan terbaik.

Apresiasi ini juga menjadi motivasi tambahan bagi KUA untuk terus mengembangkan program-program jemput bola lainnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas lagi oleh masyarakat. Peningkatan kepercayaan publik terhadap KUA merupakan indikator keberhasilan pelayanan yang kini semakin dikedepankan.

Gerak aktif penyuluh agama dengan metode jemput bola dalam pendaftaran nazhir yayasan wakaf membuktikan bahwa pelayanan keagamaan tidak hanya sebatas formalitas birokrasi. Melalui pendekatan yang proaktif, KUA Kemranjen mampu memberikan kemudahan sekaligus membangun sinergi positif dengan masyarakat.

Inisiatif ini membawa dampak signifikan, mulai dari percepatan proses administratif hingga meningkatnya kepercayaan dan apresiasi dari tokoh-tokoh masyarakat. Harapannya, semangat pelayanan sepenuh hati ini akan terus dijaga dan dijadikan contoh dalam pengembangan layanan keagamaan di masa mendatang. KUA Kemranjen memang layak menjadi teladan dalam pelayanan publik berbasis keagamaan yang responsif dan inovatif. (@)