GPAI Penuh Cinta dalam Mendidik Murid di Era Gen-Z
Oleh HUMAS
Banyumas – Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Banyumas, Dudiyono, melakukan monitoring dan pembinaan di SMK Maarif NU Sumpiuh. Kegiatan ini berfokus pada peran vital guru PAI dalam mendidik generasi Z dengan pendekatan yang penuh kesabaran dan cinta kasih. Selasa (23/09)
Dalam arahannya, Dudiyono menekankan bahwa guru tidak boleh menyerah jika murid mengalami hambatan belajar. "Murid yang belum mencapai kompetensi harus tetap didampingi, dimotivasi, dan diberikan pembelajaran yang menyenangkan hingga kompetensi tersebut terpenuhi," ungkapnya.
Menurut Dudiyono, jika kompetensi belum tercapai, guru PAI wajib mencari alternatif asesmen untuk memastikan kebutuhan belajar setiap murid tetap terlayani. Ia menegaskan, guru harus memposisikan diri sebagai pelayan pendidikan yang totalitas, dengan kesabaran dan dedikasi tinggi dalam mendampingi setiap proses perkembangan siswa.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa mendidik generasi Z bukan hanya soal transfer ilmu, melainkan juga penguatan karakter. Guru PAI diminta untuk terus menanamkan pembiasaan keagamaan, menghidupkan ibadah di sekolah, serta menguatkan moralitas peserta didik. Hal ini penting agar murid tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan monitoring ini diharapkan menjadi dorongan bagi para guru PAI di SMK Maarif NU Sumpiuh untuk terus berinovasi dan ikhlas dalam menjalankan perannya. Dengan penuh cinta, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang bermakna, membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat dalam spiritualitas dan moralitas. (dud/del)
