Hadapi Indonesia Emas 2045, Kakan Kemenag Banyumas Ajak Muslimat NU Siapkan Generasi Anti Multiple Shocks

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, memberikan orasi yang menggugah dalam Rapat Ikatan Pimpinan Taman Kanak-Kanak Muslimat NU (IPTKMNU) Cabang Banyumas. Kegiatan yang dihadiri ratusan ibu-ibu Muslimat NU ini berlangsung di Gedung Muslimat NU Cabang Banyumas. Sabtu (20/12)

Dalam sambutannya, Ibnu menekankan bahwa mempersiapkan umat masa depan bukan sekadar pilihan, melainkan upaya sadar dan sistematis untuk memastikan keberlanjutan kekuatan bangsa. Ia menyoroti tantangan globalisasi yang datang begitu cepat sehingga menyebabkan fenomena multiple shocks atau guncangan berlapis di tengah masyarakat.

Ibnu memaparkan bahwa saat ini umat menghadapi lima guncangan utama, yaitu Theological Shock (Guncangan Teologis), Cultural Shock (Budaya), Political Shock (Politik), Economical Shock (Ekonomi), serta Science & Technological Shock (Sains dan Teknologi).

"Saat ini muncul krisis kepercayaan agama, maka Muslimat harus menjadi garda terdepan dalam memulihkan kepercayaan tersebut. Arus globalisasi saat ini seolah melampaui daya dukung umat. Kita harus peka membaca lingkungan agar mampu memacu umat untuk lebih berdampak bagi negara," tegas Ibnu.

Menuju Indonesia Emas 2045, Kakankemenag Banyumas menjabarkan lima pilar utama yang harus dibangun secara beriringan demi terciptanya generasi yang unggul dan tangguh. Kelima pilar tersebut meliputi aspek pendidikan dan pengetahuan untuk membekali generasi dengan kemampuan berpikir kritis serta inovasi, serta penguatan nilai spiritual dan moral guna menjadikan iman yang kokoh sebagai benteng dari berbagai pengaruh negatif. Selain itu, ditekankan pula pentingnya pembangunan karakter dan kepemimpinan yang menanamkan integritas, jiwa visioner, dan empati, yang didukung oleh investasi pada kesehatan fisik dan mental melalui pemenuhan gizi serta kesejahteraan psikologis. Sebagai penyempurna, kesiapan sosial-ekonomi menjadi pilar kunci dalam membangun kemandirian ekonomi sekaligus menciptakan hubungan sosial yang harmonis dan inklusif di tengah masyarakat.

Menutup arahannya, Ibnu memberikan apresiasi tinggi kepada Muslimat NU Banyumas yang disebutnya sebagai sosok hebat. Ia berpesan agar Muslimat tetap semangat dan kompak dalam menanam benih kebaikan hari ini demi menuai hasil berkelanjutan di masa depan.

"Mari kita ciptakan generasi yang bertakwa, berilmu, berakhlak mulia, dan berdaya saing. Apa yang kita siapkan hari ini menentukan sosok umat di masa depan Indonesia," pungkasnya. (adl)