Hadirkan Ketenangan Batin, Penyuluh Agama Islam Berikan Bimbingan Rohani di Puskesmas Lumbir

Oleh KUA Lumbir
SHARE

Banyumas — Kepedulian terhadap kondisi spiritual masyarakat terus ditunjukkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lumbir. Melalui para Penyuluh Agama Islam, KUA Lumbir secara rutin melaksanakan kegiatan bimbingan rohani bagi pasien rawat inap di Puskesmas Lumbir. Selasa (03/02/26)

Pada kegiatan kali ini, bimbingan rohani dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Setiono, Komari, dan Azizah, yang dengan penuh keikhlasan hadir untuk memberikan penguatan mental, motivasi, serta doa kepada para pasien yang sedang menjalani perawatan.

Kegiatan bimbingan rohani ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan KUA Lumbir yang bertujuan untuk menghadirkan layanan spiritual secara langsung kepada masyarakat, khususnya mereka yang sedang berada dalam kondisi sakit dan membutuhkan dukungan moril.

Para penyuluh menyadari bahwa sakit tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis dan spiritual seseorang. Oleh karena itu, pendampingan rohani menjadi sangat penting sebagai pelengkap dari pelayanan medis yang diberikan oleh tenaga kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, para penyuluh agama menyambangi satu per satu pasien rawat inap di ruang perawatan Puskesmas Lumbir. Dengan pendekatan yang santun dan penuh empati, mereka menyapa pasien serta keluarga yang mendampingi, menanyakan kondisi kesehatan, sekaligus memberikan kata-kata penguatan agar pasien tetap semangat dan tidak larut dalam rasa putus asa. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan pun tercipta, membuat pasien merasa diperhatikan dan tidak merasa sendiri dalam menghadapi ujian sakit.

Setiono dalam penyampaiannya menekankan pentingnya kesabaran dan keikhlasan dalam menerima takdir Allah SWT. Ia menyampaikan bahwa setiap penyakit yang diberikan Allah memiliki hikmah dan tujuan, serta tidak akan datang tanpa batas.

“Sakit bukanlah tanda kebencian Allah, melainkan bentuk ujian dan kasih sayang-Nya. Jika dijalani dengan sabar dan disertai doa, insya Allah akan menjadi jalan penggugur dosa dan sarana untuk meningkatkan derajat keimanan,” tuturnya di hadapan para pasien.

Sementara itu, Komari menambahkan bahwa ikhtiar untuk sembuh harus dilakukan secara seimbang, baik secara lahir maupun batin. Selain mengikuti anjuran dokter dan menjalani pengobatan dengan disiplin, pasien juga diajak untuk memperbanyak doa, dzikir, dan menyerahkan sepenuhnya hasil kepada Allah SWT.

Menurutnya, ketenangan hati memiliki peran besar dalam membantu proses penyembuhan. Ketika hati tenang dan pikiran positif, tubuh akan lebih siap untuk menerima proses pengobatan.

Azizah, sebagai penyuluh agama Islam perempuan, turut memberikan pendampingan dengan pendekatan yang lembut dan penuh perhatian, terutama kepada pasien perempuan dan lanjut usia.

Ia membimbing pasien untuk membaca doa-doa kesembuhan, seperti doa memohon kesehatan dan perlindungan dari penyakit, serta mengingatkan agar senantiasa bersyukur atas nikmat yang masih diberikan Allah, sekecil apa pun itu. Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami dan diamalkan oleh pasien.

Selain penyampaian motivasi dan nasihat keagamaan, kegiatan bimbingan rohani ini juga diisi dengan pembacaan doa bersama. Para penyuluh memimpin doa untuk kesembuhan pasien, kekuatan bagi keluarga yang mendampingi, serta keselamatan dan kemudahan bagi para tenaga medis yang setiap hari melayani masyarakat dengan penuh dedikasi. Doa-doa tersebut dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, menciptakan suasana haru dan menenangkan di ruang perawatan.

Beberapa pasien tampak terharu dan merasa lebih tenang setelah mengikuti bimbingan rohani tersebut. Kehadiran penyuluh agama di tengah mereka memberikan harapan dan semangat baru untuk terus berjuang melawan sakit.

Kegiatan ini juga mendapatkan sambutan positif dari pihak Puskesmas Lumbir, yang menilai bahwa pendampingan rohani sangat membantu dalam menjaga kondisi mental pasien selama masa perawatan.

Melalui kegiatan bimbingan rohani rutin ini, KUA Kecamatan Lumbir menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan yang menyeluruh kepada masyarakat, tidak hanya dalam urusan administrasi keagamaan, tetapi juga dalam aspek pembinaan mental dan spiritual.

Diharapkan, sinergi antara KUA Lumbir dan Puskesmas Lumbir ini dapat terus terjalin dengan baik, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang holistik, mencakup kesehatan jasmani dan rohani.

KUA Lumbir berharap kegiatan bimbingan rohani ini dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan ketenangan batin, meningkatkan keimanan, serta menanamkan sikap optimis di tengah masyarakat, khususnya bagi para pasien rawat inap.

Dengan ikhtiar yang maksimal, doa yang tulus, dan tawakal kepada Allah SWT, diharapkan para pasien dapat segera diberikan kesembuhan dan kembali beraktivitas bersama keluarga tercinta.