HUT RI #81

Hangatnya Silaturahmi Majelis Taklim

K
KUA Wangon
30 Mar 2026
7x dibaca
SHARE

Banyumas - Suasana penuh kehangatan menyelimuti kediaman salah satu jamaah Majelis Taklim (MT) Fatimatuzzahra saat puluhan ibu-ibu berkumpul dalam acara silaturahmi Idulfitri 1447 H. Pertemuan ini menjadi momen yang sangat dinantikan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa dan merayakan lebaran bersama keluarga inti. Dengan balutan busana muslimah yang serasi, para jamaah tampak antusias merajut kembali tali persaudaraan yang selama ini terpupuk melalui pengajian rutin. Senin (30/03)

Acara yang berlangsung sederhana namun khidmat ini diisi dengan pembacaan sholawat, zikir bersama, dan ditutup dengan ramah tamah. Tradisi ini bertujuan untuk mempererat kohesi sosial dan saling mengenal lebih dekat antaranggota majelis. Di tengah tawa dan canda, terselip doa-doa tulus agar seluruh jamaah diberikan istiqomah dalam menuntut ilmu agama dan keberkahan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Resmiyati, selaku Ketua Majelis Taklim Fatimatuzzahra, menyampaikan rasa syukurnya atas kekompakan para anggota yang tetap terjaga. Menurutnya, rindu yang selama ini tertanam dalam doa-doa saat Ramadan akhirnya terobati melalui tatap muka langsung dalam suasana Idulfitri. Ia berharap semangat kebersamaan ini tidak luntur dan justru semakin kuat untuk menyongsong program-program dakwah sosial di masyarakat.

"Silaturahmi ini adalah cara kami memupuk rindu dalam doa yang selama ini terpanjat. Kami ingin memastikan bahwa selepas Ramadan, semangat untuk berkumpul dalam kebaikan tetap menyala. Di rumah jamaah inilah kami merasa seperti keluarga besar yang saling menguatkan satu sama lain dalam suka maupun duka," ujar Resmiyati dengan penuh haru.

Joharulloh, selaku Pembimbing Majelis Taklim Fatimatuzzahra, turut memberikan pesan-pesan religius mengenai hakikat silaturahmi sebagai pembuka pintu rezeki dan pemanjang umur. Ia menekankan bahwa majelis taklim harus menjadi motor penggerak harmoni di lingkungan masyarakat, dimulai dari hubungan yang baik antaranggota. Joharulloh mengapresiasi inisiatif para ibu yang menjadikan momen lebaran sebagai titik balik untuk meningkatkan kualitas ibadah kemasyarakatan.

"Hakikat Idulfitri adalah kembali kepada kesucian, dan silaturahmi adalah jembatan untuk membersihkan hati dari segala khilaf antar sesama. Apa yang dilakukan Majelis Taklim Fatimatuzzahra hari ini adalah wujud nyata dari rindu yang positif, rindu akan majelis ilmu dan rindu akan persaudaraan karena Allah," ungkap Joharulloh. Acara ditutup dengan bersalam-salaman dan menikmati hidangan khas lebaran yang disajikan secara gotong royong oleh para jamaah. (jhr)