HUT RI #81

Ibadah Cinta Terpatri, Pasangan Pengantin Mantap Berumah Tangga

KUA Lumbir
KUA Lumbir
04 Des 2025
69x dibaca
SHARE

Banyumas — Menikah adalah sebuah langkah besar dalam kehidupan setiap insan, sebuah ikatan suci yang tidak hanya menyatukan dua hati, tetapi juga dua keluarga, dua pandangan hidup, dan dua perjalanan yang kini bersatu menuju satu tujuan. Di balik kebahagiaan dan senyum yang terpancar saat mengikrarkan janji, terdapat tekad dan tanggung jawab untuk saling menjaga, mendampingi, serta menciptakan keluarga harmonis penuh keberkahan. Pernikahan bukan sekadar selebrasi cinta, melainkan ibadah panjang yang mengajarkan arti kesabaran, ketulusan, dan komitmen seumur hidup. Kamis (04/12)

KUA Lumbir kembali memberikan pelayanan pencatatan nikah bagi masyarakat. Kali ini, prosesi akad nikah dilaksanakan di Balai Nikah KUA Lumbir, Jl. Raya Lumbir RT 01 RW 01, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas. Bertindak sebagai penghulu sekaligus pemimpin prosesi adalah Kepala KUA Lumbir, Tohiron, didampingi dua CPNS Penghulu, Muhammad ‘Abdul Khamid Addin’s dan Akrom Anas.

Akad nikah berlangsung penuh khidmat mempertemukan Wahyudiono (42), pemuda asal Desa Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, dengan Sefriana (27), warga Desa Parungkamal RT 05 RW 04, Kecamatan Lumbir, Banyumas. Kakak mempelai wanita, Ratno, bertindak sebagai wali nikah yang kemudian mewakilkan kepada Kepala KUA Lumbir. Sementara itu, Ritam dan Salam bertugas sebagai saksi selama prosesi ijab qabul berlangsung. Dalam suasana haru, mempelai pria menyerahkan mahar berupa uang tunai sebesar Rp500.000 sebagai bentuk ketulusan dan tanda komitmen dalam membina rumah tangga.

Usai akad, Kepala KUA Lumbir, Tohiton, menyampaikan nasihat pernikahan sebagai bekal bagi kedua mempelai dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Ia menegaskan bahwa cinta saja tidak cukup tanpa kesabaran, kejujuran, dan sikap saling memahami. “Pernikahan adalah perjalanan panjang yang diwarnai suka dan duka. Saling menopang saat salah satu menghadapi kesulitan, serta saling mengingatkan ketika mulai lalai, menjadi kunci menjaga keharmonisan,” pesannya. Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik serta doa yang menjadi penguat dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. “Kebahagiaan bukan tentang siapa yang selalu benar, melainkan siapa yang bersedia saling mengalah dan menjaga komitmen yang telah diikrarkan di hadapan Tuhan,” imbuhnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan penandatanganan dokumen pernikahan oleh kedua mempelai, wali, saksi, dan penghulu. KUA Lumbir terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan pencatatan nikah yang ramah, transparan, profesional, dan sesuai dengan regulasi, serta memberikan edukasi mengenai hak dan kewajiban suami istri demi terwujudnya keluarga yang kokoh baik secara spiritual maupun administratif.

Melalui pelayanan keagamaan yang berintegritas dan penuh dedikasi, KUA Lumbir terus mendukung terbentuknya keluarga sakinah serta memastikan masyarakat memperoleh layanan yang tertib, aman, dan penuh keberkahan.

Pernikahan bukan hanya hari bahagia yang dirayakan sekali seumur hidup, melainkan perjalanan menjaga komitmen setiap hari. Dengan saling memahami dan memegang teguh nilai-nilai agama, keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah diyakini dapat diraih. Semoga rumah tangga yang baru terbentuk ini menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih bermakna serta senantiasa diberkahi Allah SWT.