Ikhlas Mengabdi, Penyuluh Senior Tanamkan Bacaan Al-Quran yang Benar di Majelis Taklim

Oleh KUA Lumbir
SHARE

Banyumas — Komitmen penyuluh agama Islam dalam membina dan menguatkan kehidupan keagamaan masyarakat kembali ditunjukkan oleh penyuluh agama Islam senior KUA Lumbir, Supriatin (59). Dengan penuh ketulusan dan semangat pengabdian, beliau melaksanakan kegiatan bimbingan keagamaan di Majelis Ta’lim Al-Hidayah RW 05 Desa Cirahab. Jum’at (09/01/26)

Kegiatan bimbingan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Sejak pagi, para jamaah Majelis Ta’lim Al-Hidayah tampak antusias mengikuti pembinaan yang difokuskan pada pembelajaran hukum bacaan Al-Qur’an agar dapat dibaca secara tepat, benar, dan sesuai kaidah tajwid. Materi ini dipilih karena membaca Al-Qur’an bukan sekadar melafalkan huruf, melainkan juga menjaga kemurnian makna dan nilai ibadah di dalamnya.

Dalam penyampaiannya, Supriatin menekankan pentingnya memahami dasar-dasar hukum bacaan Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya menyempurnakan ibadah. Dengan gaya penyampaian yang sederhana, lugas, dan mudah dipahami, beliau membimbing jamaah satu per satu, membenarkan pelafalan huruf, panjang-pendek bacaan, serta hukum tajwid yang sering kali luput dari perhatian.

Kesabaran dan ketelatenan Supriatin menjadi nilai lebih dalam kegiatan tersebut. Beliau tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga memberikan contoh langsung dan membimbing praktik membaca Al-Qur’an, sehingga jamaah dapat memahami dan mempraktikkan materi dengan baik. Setiap pertanyaan jamaah dijawab dengan penuh perhatian, mencerminkan dedikasi seorang penyuluh senior yang telah lama mengabdikan diri dalam pembinaan umat.

Para jamaah Majelis Ta’lim Al-Hidayah menyambut kegiatan ini dengan penuh rasa syukur. Mereka mengaku mendapatkan banyak manfaat, khususnya dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an yang selama ini masih perlu pembenahan. Kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat dirasakan sangat membantu, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping spiritual yang memberikan motivasi dan ketenangan batin.

Melalui kegiatan ini, diharapkan jamaah Majelis Ta’lim Al-Hidayah semakin bersemangat dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Bimbingan keagamaan semacam ini menjadi wujud nyata peran penyuluh agama sebagai ujung tombak KUA dalam membangun masyarakat yang religius, berilmu, dan berakhlak mulia.

Kegiatan bimbingan tersebut sekaligus menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus mengabdi. Dengan pengalaman dan ketulusan, Supriatin terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan beragama masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, demi terwujudnya umat yang semakin cinta Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam.