Implementasi KBC Allah dan Rasul, Cinta Diri dan Sesama, serta Cinta Ilmu

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas - MI Ma’arif NU Banteran Kecamatan Sumbang melaksanakan kegiatan kokurikuler berupa Praktik Rutin Sholat Jamaah dengan Bacaan Jahr bagi peserta didik kelas rendah. Kegiatan ini merupakan implementasi Kokurikuler Berbasis Cinta (KBC) dengan topik Cinta Allah dan Rasul, Cinta Diri dan Sesama, serta Cinta Ilmu, yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini. Kamis (29/01)

Kegiatan dilaksanakan pada pukul 07.00–07.30 WIB bertempat di Masjid Jami Al Hidayah Banteran, Kecamatan Sumbang, dengan peserta sebanyak 140 siswa, terdiri dari 72 siswa kelas 1 dan 68 siswa kelas 2 MI Ma’arif NU Banteran.

Dasar pelaksanaan kegiatan ini berangkat dari hasil evaluasi pembelajaran Fikih pada ujian praktik kelas 6, yang menunjukkan bahwa masih terdapat peserta didik yang belum benar dalam bacaan dan gerakan sholat. Sementara itu, keterbatasan alokasi waktu pada mata pelajaran Fikih mendorong madrasah untuk mengambil langkah strategis melalui kegiatan kokurikuler yang terprogram dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil pemantauan Pengawas MI Kecamatan Sumbang, proses kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Peserta didik dipimpin oleh Guru Kelas 2, didampingi langsung oleh Kepala Madrasah MI Ma’arif NU Banteran, Tin Susneti,  serta dibimbing oleh mahasiswa UIN Saizu Purwokerto yang sedang melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL).

Rangkaian kegiatan diawali dengan peserta didik berbaris rapi dan memasuki masjid secara antre, diawali dengan membaca doa masuk masjid sambil melangkahkan kaki kanan sebagai pembiasaan adab beribadah. Selanjutnya, peserta didik melaksanakan praktik sholat Dhuha secara berjamaah dengan bacaan jahr, sehingga bacaan sholat dapat terdengar dan dikoreksi secara langsung.

Setelah sholat, Kepala Madrasah Tin Susneti, memberikan pembinaan kepada peserta didik. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya mencintai Allah dan Rasul dengan melaksanakan sholat secara benar, mencintai diri sendiri dengan membiasakan ibadah sejak dini, serta mencintai ilmu melalui praktik langsung dan pembiasaan positif di lingkungan madrasah.

Kegiatan ditutup dengan peserta didik berbaris rapi dan bersalaman, sebagai wujud penanaman nilai sopan santun, kedisiplinan, dan kebersamaan antarwarga madrasah.

Melalui kegiatan kokurikuler ini, madrasah berharap peserta didik sejak dini mampu melaksanakan sholat dengan bacaan dan gerakan yang benar, sehingga pada jenjang berikutnya dapat memperoleh hasil ujian praktik yang optimal, sekaligus membentuk karakter religius yang kuat sesuai dengan nilai-nilai KBC.

Pengawas MI Kecamatan Sumbang mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini sebagai praktik baik (best practice) dalam penguatan pembelajaran Fikih dan pendidikan karakter di madrasah. (Ie'ah)