Implementasi Kurikulum Cinta di Madrasah, Aplikasi Wujud Cinta Sungguhan Kepada Allah

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, mengajak seluruh guru MIN 3 Banyumas untuk menghadirkan "Kurikulum Cinta" dalam kegiatan sehari-hari. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Workshop Penyusunan Modul Berbasis Cinta yang diselenggarakan pada Selasa, 19 Agustus.

Dalam paparannya, Ibnu Asaddudin mensitir tulisan Syekh Ibnu Athaillah dalam Kitab Al-Hikam. "Cinta kepada Allah yang sering diucapkan banyak orang bisa saja merupakan cinta palsu tetapi bisa juga cinta sejati. Cinta kepada Allah memang mudah diucapkan tetapi pembuktiannya ini yang membutuhkan kesungguhan. Cinta sejati kepada Allah, harus dibuktikan dengan pengorbanan secara total tanpa mengharapkan imbalan, baik materi maupun nonmateri" ujarnya. Sebagaimana kutipan dari kitab tersebut yang artinya orang yang mengaku cinta kepada Allah takkan mengharapkan apapun atas amal ibadahnya. Orang yang cinta sungguhan kepada Allah hanya mengharap ridha-Nya.

Lebih lanjut, beliau memaparkan empat level guru. Dimulai dari Medium Teacher (Guru Pembicara), guru tipe ini lebih sering menggunakan metode ceramah atau berbicara saja dalam menyampaikan materi. Mereka cenderung berfokus pada penyampaian informasi satu arah tanpa banyak interaksi atau eksplorasi dengan siswa. Kemudian meningkat menjadi Good Teacher (Guru Eksploritas) yang tidak hanya berbicara, tetapi juga sudah mampu menjelaskan konsep secara lebih mendalam dan mengajak siswa untuk melakukan eksplorasi. Mereka berupaya agar siswa memahami materi dengan lebih baik melalui penjelasan yang lebih interaktif. Level berikutnya adalah Excellent Teacher (Guru Demonstratif) yang unggul karena mereka tidak hanya menjelaskan, tetapi juga mendemonstrasikan materi atau konsep secara langsung. Mereka menggunakan metode praktik atau peragaan untuk membuat pembelajaran lebih nyata dan mudah dipahami oleh siswa. Terakhir, level tertinggi adalah Great Teacher (Guru Simpatik) yang tidak hanya menguasai materi tetapi juga mampu membangun hubungan emosional dan simpati dengan siswa, menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan nyaman

Mengakhiri paparannya, Ibnu Asaddudin mengajak seluruh keluarga besar Kemenag Banyumas untuk menghadirkan cinta dalam melayani umat. "Mari kita menjadi ASN yang digdaya, dengan terus bergerak dari ASN yang benar, baik, dan hebat, menjadi ASN yang Agung," tegasnya. (del)