Jalan Sehat Kerukunan : Langkah Seirama, Merajut Harmoni di Banyumas

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto – Semangat kebersamaan dan toleransi mewarnai halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas pada perayaan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI. Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HAB, Kemenag Banyumas menggelar kegiatan Jalan Sehat Kerukunan yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Banyumas serta tokoh-tokoh dari berbagai lintas agama. Minggu (04/01/01)

Kegiatan ini dilepas secara simbolis oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin. Dengan mengibarkan bendera start, para peserta menyusuri rute jalan sehat yang telah ditentukan, menciptakan pemandangan harmoni di tengah masyarakat.

Kegiatan ini selaras dengan tema besar HAB ke-80, yaitu "Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju". Kehadiran tokoh-tokoh lintas agama dalam barisan jalan sehat ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk bergerak bersama demi kemajuan bangsa.

Dalam sela-sela kegiatan, Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Ibnu Asaddudin, menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kerukunan. Beliau menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sebuah energi kebangsaan yang produktif.

"Jalan Sehat Kerukunan ini bukan hanya tentang kebugaran fisik, tetapi merupakan manifestasi dari komitmen kita untuk merawat kerukunan umat beragama yang berlandaskan cinta kemanusiaan. Kita ingin menunjukkan bahwa di Banyumas, perbedaan identitas dan keyakinan dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa." ungkapnya.

"Sesuai arahan Menteri Agama, kita harus terus menghidupkan semangat sinergi. Melalui langkah kaki yang seirama hari ini, kita perkuat fondasi masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera demi Indonesia yang lebih bermartabat." lanjutnya.

Acara diakhiri dengan pembagian doorprize yang menambah kemeriahan suasana HAB ke-80 di Kabupaten Banyumas. Dengan adanya Jalan Sehat Kerukunan ini membuktikan bahwa kebersamaan bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan yang dipraktikkan langsung di tengah masyarakat