Kajian Kitab Arbain Nawawi di Masjid Nurul Muttaqin Cindaga

Oleh KUA kebasen
SHARE

Banyumas – Semangat tholabul ilmi atau menuntut ilmu kembali terpancar di tengah aktivitas warga Desa Cindaga. Bertempat di Masjid Nurul Muttaqin, para jamaah rutin berkumpul selepas salat Dhuhur berjamaah untuk mengikuti kajian keislaman yang mendalam. Selasa (03/02/26)

Kajian kali ini fokus membedah Hadis ke-29 dari kitab monumental Arbain Nawawi, sebuah literatur klasik yang menjadi fondasi pokok ajaran Islam bagi setiap muslim. Hadir sebagai narasumber, Burhanul Ma'arif, yang merupakan Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Kebasen.

Dalam pemaparannya, Burhanul mengupas tuntas dialog antara Rasulullah SAW dengan Mu’adz bin Jabal RA mengenai amal-amal yang dapat memasukkan seseorang ke dalam surga serta menjauhkannya dari api neraka. Beberapa poin krusial yang ditekankan antara lain:

  • Pilar Utama: Pentingnya menjaga tauhid dan rukun Islam sebagai pondasi dasar beragama.

  • Pintu Kebaikan: Peran puasa sebagai perisai, sedekah sebagai penghapus dosa, serta salat malam (tahajjud) sebagai cahaya bagi mukmin.

  • Pokok Perkara: Bagaimana jihad dan konsistensi dalam beribadah menjadi puncak dari segala urusan.

  • Bahaya Lisan: Penekanan khusus pada bagian akhir hadis mengenai lisan yang sering menjadi penyebab utama manusia tergelincir ke dalam neraka.

Kegiatan ini merupakan upaya nyata Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kebasen untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Dengan penyampaian yang lugas namun tetap merujuk pada literatur klasik, jamaah diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai hadis dalam kehidupan sosial sehari-hari di lingkungan Cindaga.

"Ilmu adalah cahaya, dan majelis seperti ini adalah cara kita memastikan cahaya itu tetap menyala di hati masyarakat kita," ungkap salah satu jamaah yang hadir dengan antusias. Kajian ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat terus istikamah sebagai wadah silaturahmi sekaligus peningkat kualitas spiritual warga Kecamatan Kebasen dan sekitarnya.