Kajian Kitab Kuning dan Salat Dhuha Jadi Pembiasaan Pagi di MA Al Falah Jatilawang

Oleh MA AL FALAH JATILAWANG
SHARE

Jatilawang - MA Al Falah Jatilawang terus menanamkan nilai-nilai keislaman melalui program pembiasaan Kajian Kitab Kuning dan Salat Dhuha berjamaah yang dilaksanakan setiap pagi sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Seluruh murid, dewan guru, dan tenaga kependidikan kembali mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dengan penuh antusias dan kekhidmatan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter religius, menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu agama, serta membiasakan murid mengawali hari dengan aktivitas yang bernilai ibadah. Kamis (06/08)

Sejak pagi hari, seluruh murid berkumpul di halaman madrasah untuk mengikuti Kajian Kitab Kuning. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan MA Al Falah Jatilawang dalam memperkuat pemahaman keislaman sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah kepada murid. Melalui kajian tersebut, murid diajak memahami pentingnya adab dalam menuntut ilmu, menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari, serta menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan mengamalkan ilmu yang diperoleh. Suasana kajian berlangsung tertib, penuh perhatian, dan mencerminkan budaya belajar yang religius di lingkungan madrasah. 

Setelah kajian selesai, seluruh murid bersama dewan guru dan tenaga kependidikan melaksanakan Salat Dhuha berjamaah. Barisan saf yang tertata rapi serta suasana yang tenang menciptakan kekhusyukan selama pelaksanaan ibadah. Dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, seluruh warga madrasah mengikuti setiap rangkaian Salat Dhuha sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah Swt. sekaligus memohon keberkahan, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta kelancaran dalam menjalankan aktivitas pembelajaran sepanjang hari. 

Pembiasaan Kajian Kitab Kuning dan Salat Dhuha tidak hanya menjadi rutinitas harian, tetapi juga merupakan bagian dari pendidikan karakter yang terus dikembangkan di MA Al Falah Jatilawang. Melalui kegiatan tersebut, murid dibiasakan untuk mengelola waktu dengan baik, meningkatkan kedisiplinan, memperkuat spiritualitas, serta membangun kebiasaan positif yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. 

Kepala MA Al Falah Jatilawang, H. Amir Mahmud, menyampaikan bahwa pembiasaan keagamaan merupakan bagian penting dari proses pendidikan di madrasah. Menurut beliau, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari terbentuknya karakter dan akhlak mulia pada diri setiap murid. 

"Kami ingin setiap pagi menjadi awal yang baik bagi seluruh murid. Melalui Kajian Kitab Kuning dan Salat Dhuha berjamaah, murid dibiasakan untuk mengawali aktivitas dengan menuntut ilmu agama dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Kami berharap pembiasaan ini mampu melahirkan generasi yang berilmu, beriman, berakhlakul karimah, serta memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab yang tinggi dalam belajar maupun dalam kehidupan bermasyarakat," ujar H. Amir Mahmud. 

Program pembiasaan ini juga menjadi salah satu wujud implementasi visi MA Al Falah Jatilawang dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang religius, nyaman, dan berkarakter. Sinergi antara guru, tenaga kependidikan, dan murid dalam melaksanakan kegiatan keagamaan setiap pagi diharapkan mampu membangun budaya madrasah yang kuat, sehingga nilai-nilai keislaman tidak hanya dipelajari di dalam kelas, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. 

Melalui pelaksanaan Kajian Kitab Kuning dan Salat Dhuha yang dilakukan secara konsisten setiap pagi, MA Al Falah Jatilawang berkomitmen untuk terus membentuk generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kokoh dalam keimanan, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan. Pembiasaan ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.