HUT RI #81

Kajian Tematik Majlis Nuru Dzolam Rutan Kelas II B Banyumas: Kuatkan Taubat dan Husnudzon

KUA KEMRANJEN
KUA KEMRANJEN
04 Mar 2026
33x dibaca
SHARE

Banyumas – Suasana khidmat menyelimuti kegiatan kajian tematik yang digelar di Majlis Nuru Dzolam, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Banyumas. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh warga binaan dengan penuh antusias, sebagai bagian dari pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan di lingkungan rutan. Selasa (03/03)

Kajian disampaikan oleh Wafi, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kemranjen, yang membawakan tema “Pentingnya Bertaubat dan Husnudzon kepada Allah SWT”. Dalam pemaparannya, beliau mengajak seluruh warga binaan untuk tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah SWT, betapapun berat kesalahan dan masa lalu yang pernah dilalui.

Dalam tausiyahnya, Wafi menegaskan bahwa taubat adalah pintu harapan yang selalu terbuka. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Az-Zumar ayat 53 yang menegaskan bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “Sebesar apa pun dosa manusia, jika sungguh-sungguh bertaubat dengan penyesalan, meninggalkan perbuatan dosa, dan bertekad tidak mengulanginya, maka Allah akan menerima taubatnya,” ungkapnya di hadapan para jamaah.

Selain taubat, beliau juga menekankan pentingnya husnudzon (berbaik sangka) kepada Allah SWT. Menurutnya, kehidupan di dalam rutan hendaknya dijadikan momentum untuk muhasabah diri, memperbaiki hubungan dengan Allah, serta memperkuat keyakinan bahwa setiap ujian pasti mengandung hikmah. Husnudzon akan melahirkan ketenangan hati, optimisme, dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Para warga binaan mengikuti kajian dengan penuh perhatian. Beberapa di antaranya tampak terharu saat sesi refleksi dan doa bersama. Kegiatan ditutup dengan dzikir dan doa, memohon ampunan serta kekuatan agar senantiasa istiqamah dalam memperbaiki diri.

Kajian tematik di Majlis Nuru Dzolam ini menjadi bagian dari ikhtiar pembinaan rohani di Rutan Kelas II B Banyumas, sebagai upaya membentuk pribadi yang lebih religius dan berakhlak mulia. Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, para warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan hati yang lebih lapang, penuh harapan, serta tekad kuat untuk kembali ke masyarakat sebagai insan yang lebih baik. (wu)