Kakan Kemenag Banyumas Ungkap Hakikat Pengorbanan Ibu dalam Apel Pagi
Oleh HUMAS
Purwokerto – Suasana apel pagi di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas berlangsung penuh haru. Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Ibnu Asaddudin, memberikan amanat yang menyentuh sanubari seluruh ASN dengan mengangkat tema pengorbanan tanpa batas seorang ibu. Senin (22/12)
Dalam sambutannya, Ibnu mengajak para pegawai untuk sejenak merenungkan perjuangan seorang ibu yang seringkali dilakukan dalam kesepian dan tanpa keluh kesah. Ia mengisahkan cerita memilukan tentang seorang ibu yang rela memberikan sebelah matanya agar sang anak bisa melihat kembali, namun justru berakhir dengan kebencian sang anak karena merasa malu dengan fisik ibunya.
"Hingga akhirnya sang anak menemukan surat wasiat setelah ibunya wafat, yang mengungkapkan bahwa mata yang ia gunakan untuk melihat dunia adalah milik ibunya. Penyesalan itu datang terlambat, dan inilah yang tidak boleh terjadi pada kita semua," ungkap Ibnu di hadapan peserta apel yang nampak berkaca-kaca.
Ibnu memperkuat pesan tersebut dengan menyitir Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim, di mana Rasulullah SAW menyebutkan kata "Ibumu" sebanyak tiga kali sebelum menyebut "Ayahmu". Hal ini menegaskan bahwa dalam Islam, ibu memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam hierarki penghormatan.
Tak hanya dari perspektif Islam, Ibnu juga mengambil kearifan dari kisah pewayangan mengenai Prabu Kresna. Meskipun Kresna adalah sosok bijaksana, ia tetap menunjukkan bakti luar biasa kepada dua figur ibu, yakni Dewaki (ibu kandung) dan Yasoda (ibu asuh).
"Dalam prinsip Matru Devo Bhava, ibu diposisikan sebagai manifestasi Tuhan di dunia. Kasih sayang ibu adalah pengorbanan murni tanpa pamrih yang menjadi kewajiban moral setiap anak untuk menghormatinya," tegasnya.
Ibnu juga menceritakan dialog filosofis antara malaikat dan Tuhan tentang sosok ibu. Tuhan menjelaskan bahwa air mata ibu adalah cara unik untuk mengekspresikan kesedihan, kebanggaan, kelemahan, sekaligus kekuatan terbesarnya dalam menjaga keutuhan keluarga.
Amanat pagi itu ditutup dengan momen penuh kebersamaan. Untuk mencairkan suasana sekaligus menguatkan rasa syukur, Ibnu mengajak seluruh ASN untuk bernyanyi bersama lagu legendaris "Mother How Are You Today" dan "Kasih Ibu". Suara nyanyian ratusan pegawai pun menggema, menciptakan atmosfer kerja yang lebih hangat dan penuh makna di penghujung tahun 2025 ini. (Adel)
